Menu

Mode Gelap
Usai Penantian Empat Dekade, Kanada Akhirnya Pecah Telur di Piala Dunia GNTL Batam: Tingginya Kasus HIV Harus Jadi Alarm Serius, Pemko Diminta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Generasi Muda Harumkan Nama Bintan, Miswanto Dianugerahi Penghargaan Kalpataru Adya 2026 Pemkab Bintan Sosialisasikan Program BSRTLH 2026, 44 Unit Rumah Siap Direhabilitasi Bunda Literasi Bintan Buka Lomba Bertutur SD/MI Tahun 2026 Kodaeral IV Batam Gagalkan Kiriman Sabu Ekstasi Rp 1, 9 Miliar dari Malaysia

Tanjungpinang

Stop Boros Pangan, Sisa Makanan Dominasi Sampah di Tanjungpinang

badge-check


					Stop Boros Pangan, Sisa Makanan Dominasi Sampah di Tanjungpinang Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Sisa makanan menjadi penyumbang terbesar sampah di Kota Tanjungpinang. Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan sekitar 60 persen dari 98 ton sampah yang dihasilkan setiap hari pada 2024 merupakan sampah makanan.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang kini menggencarkan Program Stop Boros Pangan (SBP) kepada masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) yang bertujuan mengurangi pemborosan pangan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPP Kota Tanjungpinang, Yesi Perdeawati, mengatakan besarnya jumlah sampah makanan menunjukkan masih banyak pangan yang terbuang.

“Jika tidak terbuang, jumlahnya diperkirakan setara untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 50 persen masyarakat Tanjungpinang,” ujar Yesi, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, banyak pangan terbuang sebelum sampai ke meja makan masyarakat. Mulai dari hasil panen yang tercecer, rusak saat penyimpanan dan distribusi, membusuk di pasar, hingga makanan yang tidak habis dikonsumsi.

“Setelah dimasak pun belum tentu habis dimakan. Karena itu, potensi kerugian akibat sampah makanan sangat besar,” katanya.

Menurut Yesi, di balik pangan yang dikonsumsi masyarakat terdapat berbagai dukungan pemerintah kepada petani dan nelayan, mulai dari subsidi pupuk dan bahan bakar hingga pelatihan.

“Dalam sepiring nasi itu banyak subsidi pemerintah, begitu juga tempe, ikan, ayam, dan sayur,” ucapnya.

Karena itu, masyarakat diajak membiasakan mengambil makanan secukupnya dan berbelanja sesuai kebutuhan untuk mengurangi pemborosan pangan.

Selain itu, DPPP tengah menyusun surat edaran yang akan disampaikan kepada Wali Kota Tanjungpinang mengenai pengurangan sampah makanan.

“Nanti edarannya ditujukan untuk hotel, restoran, kantin, SPPG, sekolah hingga masyarakat luas karena berpotensi menghasilkan sampah makanan,” tambahnya.

Selain mengampanyekan Stop Boros Pangan, DPPP juga membagikan tote bag kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

“Itu salah satu bentuk kampanye kami kepada masyarakat, sekaligus untuk mengurangi penggunaan plastik,”  (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jelang SPMB SMA/SMK, Disdukcapil Tanjungpinang Percepat Pelayanan KK

12 Juni 2026 - 22:40 WIB

Atlet Terbaik O2SN dan GSI Siap Wakili Tanjungpinang di Tingkat Provinsi

12 Juni 2026 - 22:35 WIB

Pemko Tanjungpinang Matangkan Persiapan MTQH XII Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2026

12 Juni 2026 - 15:06 WIB

Warga Sei Jang Tuntaskan Pemilihan RT 01 RW 04 Lewat Musyawarah Tanpa Voting

11 Juni 2026 - 23:57 WIB

Kadis Kominfo Teguh: Banyak Aplikasi Tak Menjamin Layanan Publik Lebih Baik

11 Juni 2026 - 17:45 WIB

Trending di Tanjungpinang