Menu

Mode Gelap
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny 570 CPNS Kepri Lulus Pelatihan Dasar Tahun 2026, Siap Mengabdi untuk Masyarakat Wagub Nyanyang: Perkembangan Industri Harus Diimbangi dengan Sistem Perlindungan Tenaga Kerja yang Kuat Wagub Nyanyang Kukuhkan Dewan K3 Provinsi Kepri, Respon Terhadap Tantangan Keselamatan Kerja Modern Wawako Raja Ariza Dukung Program PKG: Deteksi Dini Penyakit dan Faktor Risiko Konsumen Mulai Lirik Kandungan Gizi, GOW Bekali Organisasi Wanita Pemahaman Pangan Sehat

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Tertarik Konsep Waste to Money Banyumas dalam Pengelolaan Sampah

badge-check


					Wali Kota Lis Tertarik Konsep Waste to Money Banyumas dalam Pengelolaan Sampah Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular, Rabu (13/5).

Dalam kunjungan tersebut, Lis mempelajari konsep waste to money yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyumas sebagai model pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan volume limbah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sistem pengelolaan sampah di Banyumas dilakukan mulai dari pemilahan sampah di tingkat sumber hingga pengolahan di TPS3R dan TPST yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Residu hasil pengolahan kemudian dikirim ke TPST Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) untuk diproses lebih lanjut.

Melalui pengolahan tersebut, sampah menghasilkan berbagai produk turunan bernilai guna, seperti material anorganik bernilai ekonomis, maggot untuk pakan ternak, produk hasil pirolisis, paving block, hingga Refuse Derived Fuel (RDF). Hasil pengelolaan itu selanjutnya menjadi sumber pendapatan yang dimanfaatkan untuk mendukung biaya operasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat.

Lis menilai konsep waste to money yang diterapkan di Banyumas menjadi salah satu inovasi pengelolaan sampah yang menarik karena mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan konsep ini, sampah diolah menjadi sumber pendapatan yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung biaya operasional pengelolaan sampah,” ujarnya.

Menurut Lis, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mengelola sampah menjadi potensi ekonomi melalui sistem pengelolaan terpadu dapat menjadi referensi bagi Kota Tanjungpinang dalam mengembangkan pola penanganan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Dengan sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Lis juga meninjau langsung TPST BLE Banyumas yang menjadi salah satu contoh transformasi pengelolaan sampah modern berbasis prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan teknologi untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk turunan bernilai guna.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Konsumen Mulai Lirik Kandungan Gizi, GOW Bekali Organisasi Wanita Pemahaman Pangan Sehat

9 Juni 2026 - 20:19 WIB

Rustam: Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan Penyakit Tular Vektor di Tanjungpinang

8 Juni 2026 - 22:24 WIB

Wawako Raja Ariza: Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Pelindungan dan Kompetensi Pekerja Migran

8 Juni 2026 - 22:23 WIB

Pemilihan Ketua RT 05 RW 02 Kampung Tirto Mulyo Pinang Kencana Sukses Digelar

8 Juni 2026 - 22:18 WIB

Ikuti Rakor Kemendagri, Pemko Tanjungpinang Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi Daerah

8 Juni 2026 - 22:12 WIB

Trending di Tanjungpinang