Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad Putra Aceh Rahmat Al Qahhar Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga Di Pidie: Darah Kembali Tumpah Di Tanah Aceh, Usut Tuntas PB PII Sampaikan 7 Rekomendasi Strategis dalam RDPU Komisi III DPR RI, Dukung RUU Perampasan Aset yang Berkeadilan Indonesia Darurat Kemanusiaan Dan Ekologi: Istana Sibuk Saling Sikut Kepentingan, Rakyat Dan Alam Menanggung Korban Penataan Reklame Batam Mengacu Masterplan, Tujuh Permohonan Disetujui Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden RI Prabowo Subianto

Kepri

Masjid Al-Aula Jadi Ikon Kerukunan di Dabo Singkep

badge-check


					Tampak bangunan terkini Masjid Al-Aula di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (23/2). Masjid yang berdiri sejak 1931 ini merupakan masjid tertua di Pulau Singkep Perbesar

Tampak bangunan terkini Masjid Al-Aula di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (23/2). Masjid yang berdiri sejak 1931 ini merupakan masjid tertua di Pulau Singkep

FaktaBatamNews.com, Lingga- Al-Aula tercatat sebagai masjid tertua di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga. Masjid yang terletak di belakang Pasar Dabo Singkep ini telah berdiri sejak 16 Januari 1931 Masehi atau bertepatan dengan 26 Sya’ban 1349 Hijriah.

Keberadaan masjid ini menjadi simbol kerukunan umat beragama di Dabo Singkep. Meski berada di kawasan yang mayoritas dihuni masyarakat Tionghoa, Masjid Al-Aula tetap berdiri kokoh dan menjadi pusat kegiatan ibadah umat Islam setempat.

Masjid ini dibangun di atas tanah hibah masyarakat dengan pembiayaan swadaya. Awalnya, bangunan masjid berbentuk panggung sederhana dan hanya mampu menampung kurang dari 100 jamaah.

Tokoh agama Dabo Singkep, Kisan Jaya, menjelaskan bahwa seiring waktu dan dukungan masyarakat serta pemerintah, bangunan masjid mengalami renovasi bertahap hingga menjadi dua lantai.

“Dulu bentuknya kecil dan panggung, paling muat 50 sampai kurang dari 100 jamaah. Sekarang sudah dua lantai dan bisa menampung sekitar 700 jamaah,” ujar Kisan, Senin (23/2).

Memasuki usia hampir satu abad, pada 2025 lalu Masjid Al-Aula resmi ditetapkan sebagai Masjid Jami’ karena dinilai telah memenuhi kriteria dan ketentuan yang berlaku.

Selain mengalami perubahan fisik, sarana dan prasarana masjid juga semakin lengkap. Area parkir kini lebih luas, tempat wudhu memadai, serta ruang ibadah telah dilengkapi pendingin ruangan.

Tak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, Masjid Al-Aula juga aktif menjalankan berbagai kegiatan keagamaan. Pengurus rutin menggelar program Magrib Mengaji, kajian agama, hingga latihan manasik haji gratis bagi masyarakat.

“Jadi kami tidak hanya membenahi bangunannya, tapi juga bagaimana jamaah selalu datang dan memakmurkan masjid,” kata Kisan.

Ia menambahkan, meski kepengurusan telah beberapa kali berganti dan bangunan mengalami renovasi, komitmen awal untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat tetap terjaga.

“Pengajian tetap berjalan sejak dulu, hanya tata caranya yang menyesuaikan perkembangan zaman,” tambahnya.

Kisan berharap Masjid Al-Aula dapat terus menjadi motor penggerak bagi generasi muda dan masyarakat dalam menebar kebaikan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di Pulau Singkep.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030

2 November 2026 - 18:11 WIB

Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

2 November 2026 - 18:02 WIB

Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri

31 Oktober 2026 - 23:45 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Akuntan Perkuat Kesiapan Hadapi Era Pelaporan Keberlanjutan Global

31 Oktober 2026 - 23:40 WIB

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Trending di Kepri