Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Tanjungpinang mendapat sambutan dari siswa, guru dan orang tua. Program imunisasi ini menyasar siswa sekolah dasar hingga SMP sederajat dengan pemberian vaksin sesuai kelompok usia.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan pelaksanaan BIAS telah dimulai sejak 3 Agustus 2026.
Hingga saat ini, imunisasi telah menjangkau 24 dari 78 sekolah dasar yang menjadi sasaran. Untuk tingkat SD, vaksinasi diberikan kepada siswa kelas 1 melalui vaksin Measles Rubella (MR) untuk mencegah campak dan rubella.
Sementara siswa perempuan kelas 5 mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
“Untuk tingkat SMP sederajat, BIAS menyasar 33 sekolah dengan sasaran siswa perempuan kelas 9,” kata Rustam, Jumat (14/8).
Rustam menyampaikan, vaksinasi pada usia sekolah penting untuk menjaga kekebalan anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Vaksin MR, misalnya, diberikan untuk mempertahankan antibodi anak terhadap campak dan rubella saat mereka banyak berinteraksi di lingkungan sekolah.
Selain menjaga kekebalan tubuh, vaksin MR juga penting untuk mencegah komplikasi akibat campak. Penyakit tersebut dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti radang paru dan radang selaput otak.
“Pemberian vaksin MR menjadi penguat antibodi anak agar tetap tinggi saat mereka berinteraksi di sekolah. Selain itu, juga untuk mencegah komplikasi berbahaya dan mencegah terjadinya wabah di lingkungan sekolah,” ujar Rustam.
Imunisasi juga membantu membentuk kekebalan kelompok. Semakin banyak anak yang memiliki kekebalan, risiko penularan di lingkungan sekolah dapat ditekan. Kondisi ini juga membantu melindungi anak yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi kesehatan tertentu.
Untuk vaksin HPV, Rustam menjelaskan pemberiannya kepada siswi sekolah dasar dilakukan saat anak belum terpapar virus HPV. Pada usia tersebut, tubuh memiliki kesempatan membentuk antibodi dengan lebih baik.
“Tubuh anak-anak memberikan reaksi pembentukan antibodi yang jauh lebih kuat dibanding saat mereka sudah dewasa. Karena itu, perlindungan terhadap risiko kanker serviks bisa dimulai sejak jauh-jauh hari,” jelasnya.
Pelaksanaan BIAS saat ini dilakukan oleh puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing. Hingga 15 Agustus, empat puskesmas telah melaksanakan kegiatan tersebut, yakni Puskesmas Sei Jang, Tanjung Unggat, Mekar Baru dan Tanjungpinang.
Sementara empat puskesmas lainnya dijadwalkan melaksanakan BIAS setelah 18 Agustus.
“Pelaksanaan imunisasi di sekolah diharapkan dapat memberi perlindungan kepada anak sekaligus membangun kesadaran bahwa pencegahan penyakit perlu dilakukan sejak usia dini,” tutup Rustam.
Sumber: MC TPI
Editor : Redaksi












