Menu

Mode Gelap
Hadapi Kekeringan dan Kabut Asap, Pemkab Lingga Gelar Salat Taubat dan Istighosah Orientasi 3.481 PPPK Kepri Dimulai, Sekdaprov: PPPK Jadi Tulang Punggung Pemerintahan Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen Wagub Nyanyang Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD Kepri 2026, PAD Naik Rp82,18 Miliar BPP KAPMI Temui Dubes Kazakhstan, Bahas Peluang Bisnis Pemuda Indonesia di Asia Tengah Penyesuaian Ketentuan Pidana Perda, Wako Lis Terima Legal Opinion dari Kejari Tanjungpinang

Jatim

Usai Santap MBG Ratusan Santri Ponpes di Sidoarjo Dilarikan ke RS

badge-check


					Usai Santap MBG Ratusan Santri Ponpes di Sidoarjo Dilarikan ke RS Perbesar

Faktabatamnws.com. Sidoarjo-Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 September 2026.

Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri menyantap menu MBG untuk jatah makan siang. Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, sejumlah santri mulai merasakan keluhan kesehatan tak lama setelah menyantap makanan gratis yang dibagikan. Gejala tersebut kemudian dirasakan semakin banyak santri.

Setelah melaksanakan Salat Zuhur, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Keluhan dilaporkan kian meluas saat memasuki waktu Salat Asar.

Memasuki waktu Salat Magrib, kondisi para santri kian memburuk sehingga harus dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Berdasarkan data sementara yang diterima, sedikitnya 120 santri telah dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Notopuro dan RSI Siti Hajar Sidoarjo, demikian dilansir timesindonesia.co.id, Selasa, 1 September 2026 malam.

Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses evakuasi dan pendataan terus berlangsung.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan ambulans terlihat keluar-masuk kawasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Armada tersebut dikerahkan untuk mengevakuasi para santri yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Sementara itu, puluhan orang tua dan wali santri berkumpul di luar gerbang pesantren. Mereka cemas menanti informasi pasti mengenai kondisi anak-anak mereka yang telah dievakuasi ke rumah sakit.

SPPG Kalitengah

Makanan yang dikonsumsi para santri tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan massal yang dialami para santri belum diketahui.

Pihak terkait masih berfokus pada penanganan medis, pendataan korban, serta penelusuran laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

14 September 2026 - 01:24 WIB

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

14 September 2026 - 00:41 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 17:55 WIB

Tiga Hari Digelar, 24 Masjid di Tangerang Selatan Ikuti Bimtek Pengelolaan Masjid Modern

13 September 2026 - 17:50 WIB

Kawal Pentas Remaja Masjid 2026, Farih Mumtaza Desak Elemen Negeri di Langsa Bersatu!

13 September 2026 - 16:50 WIB

Trending di Aceh