Faktabatamnews.com. Batam-Semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius mewarnai perhelatan akbar Perkumpulan Urang Banten (PUB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Kota Batam. Paguyuban warga perantauan asal Banten ini sukses menyelenggarakan puncak peringatan Milad ke-8 PUB yang dirangkaikan secara khidmat dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Acara dipusatkan di Kompleks Yayasan Alfateh, Batam, pada Ahad (20/09/2026).
Dengan mengusung tema besar “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Membangun Umat yang Berilmu, Beriman, dan Beramal”, kegiatan ini hadir sebagai momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi, meneguhkan rasa persaudaraan sesama perantau, serta mengokohkan pondasi spiritual warga Banten di tanah Bunda Tanah Melayu.
Hadir memberikan arahan dan pesan moral secara langsung, Ketua Perkumpulan Urang Banten Provinsi Kepri Ki Supriyadi Beliau mengapresiasi keharmonisan dan kesolidan yang ditunjukkan oleh pengurus serta seluruh anggota PUB di wilayah Kota Batam provinsi Kepulauan Riau.

Dalam pidato sambutannya, Ketua PUB Provinsi Kepri, Ki Supriyadi, memberikan penekanan khusus mengenai peran dan tanggung jawab warga perantauan di daerah tempat mereka bernaung. Beliau mengimbau seluruh keluarga besar warga Banten untuk senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kondusivitas lingkungan.
”Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Sebagai warga Banten yang kini tinggal dan mencari nafkah di tanah perantauan, kita memiliki kewajiban moral untuk bersama-sama memelihara iklim daerah yang aman, damai, dan kondusif. Saya mengajak seluruh anggota PUB untuk terus aktif berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta lintas suku dan organisasi kemasyarakatan lainnya guna menggerakkan roda pembangunan di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau,” tegas Ki Supriyadi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PUB Kota Batam, Ki Heru Santoso, menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai kebersamaan di tingkat akar rumput. Di usia yang ke-8 tahun ini, beliau berharap PUB Batam dapat tumbuh menjadi wadah organisasi yang makin solid, guyub, dan adaptif, serta senantiasa memegang teguh semangat gotong royong.

”Harapan kita bersama, PUB Kota Batam tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan rumah besar yang memberikan manfaat nyata. Kita ingin keberadaan warga Banten dapat dirasakan dampak positifnya, baik melalui kegiatan sosial, keagamaan, maupun penguatan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Kota Batam secara luas,” kata Ki Heru Santoso.
Suasana keagamaan terasa kian kental dan menyentuh dada saat tausiah diisi langsung oleh ulama kenamaan asal Banten, KH. Aang Kurniadi atau yang populer disapa Ki Ceplak. Dalam ceramahnya, Ki Ceplak menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya meneladani rekam jejak perjuangan serta keteladanan akhlak Rasulullah SAW. Beliau mengingatkan bahwa kunci utama kejayaan dan keharmonisan umat terletak pada keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, kedalaman iman, dan keikhlasan dalam beramal nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kesan mendalam dan suasana syahdu juga tercipta lewat lantunan indah ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Qori Nasional asal Banten, Ki Bongsang Asyari, yang membuat ratusan jamaah dan tamu undangan yang hadir menyimak dengan penuh rasa khusyuk.
Melalui sinergi peringatan Milad ke-8 dan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Perkumpulan Urang Banten optimis dapat terus menancapkan kontribusi terbaiknya, merawat kearifan lokal, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.
Penulis: Supriyadi
Editor : Redaksi











