Fatabatamnews.com. Kota Tanjungpinang-Puskesmas Seijang menargetkan sekitar 15 ribu siswa SD, SMP hingga SMA mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga minggu kedua Oktober 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi penyakit dan faktor risiko kesehatan sejak dini.
Kepala Puskesmas Seijang, dr. Muhammad Faisal, menyebut CKG juga menyasar masyarakat umum. Pemeriksaan ini menjadi langkah untuk mendorong masyarakat rutin memeriksakan kondisi kesehatan.
“Banyak penyakit yang dapat dicegah kalau kita tahu dari awal kita punya faktor risiko,” ujar Faisal, Rabu (30/9/2026).
Dari pemeriksaan CKG masyarakat, petugas menemukan sejumlah kondisi kesehatan, seperti karies atau gigi berlubang, obesitas, hipertensi, dan diabetes. Pada anak sekolah, petugas juga menemukan gangguan penglihatan yang sebelumnya belum terdeteksi.
“Yang pertama itu adalah karies gigi, gigi berlubang, lalu penyakit seperti obesitas, hipertensi, sakit gula, itu juga menjadi temuan kita di CKG umum,” ucapnya.
Faisal menyebut gangguan penglihatan pada anak perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada aktivitas belajar jika tidak segera ditangani. Pemeriksaan CKG membantu menemukan kondisi tersebut lebih awal.
Selain pemeriksaan kesehatan, Puskesmas Seijang mengintegrasikan CKG dengan penelusuran kasus tuberkulosis (TB). Dari 87 lokus CKG di Kota Tanjungpinang, Puskesmas Seijang mendapat 13 lokus dengan sasaran sekitar 100 orang pada setiap lokus.
Petugas juga menelusuri warga yang pernah melakukan kontak dengan pasien TB. Penelusuran meliputi anggota keluarga maupun orang di sekitar pasien yang kemungkinan memiliki kontak dengan kasus indeks untuk kemudian menjalani pemeriksaan.
Hingga saat ini, Puskesmas Seijang belum menemukan warga yang dinyatakan positif TB dari kegiatan CKG yang terintegrasi dengan penelusuran tersebut.
“Untuk TB, selama kita turun kegiatan CKG yang terintegrasi di TB ini, di Puskesmas Seijang itu belum ada yang kita dapatkan positif TB,” tutupnya. (Red)












