Menu ✖

Mode Gelap
Wagub Nyanyang Dampingi Ketua MPR RI Tinjau Langsung KNMP di Natuna Jembatan Sei Toca Disiapkan, Lis Dorong Pengembangan Kawasan Sidomulyo dan Sekitarnya Lebih Terarah Terima Audiensi Pegadaian, Lis Darmansyah Tekankan Pentingnya Edukasi Investasi Emas bagi Masyarakat Wagub Kepri Nyanyang dan Bupati Cen Sui Lan Sampaikan Aspirasi Natuna kepada Ketua MPR RI Dewi Ansar Kukuhkan FK Tagana Kepri, Garda Terdepan Tanggap Bencana Terima Audiensi Pegadaian, Lis Darmansyah Tekankan Pentingnya Edukasi Investasi Emas bagi Masyarakat

Kepri

Demo Warga Tanjung Sengkuang Pecah, Wali Kota Batam Tak Temui Massa Aksi Air Bersih

badge-check


					Demo Warga Tanjung Sengkuang Pecah, Wali Kota Batam Tak Temui Massa Aksi Air Bersih Perbesar

FaktaBatamNews.com – Batam – Ratusan warga Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, menggelar aksi unjuk rasa damai pada Kamis, 22 Januari 2026.

Aksi ini dipicu oleh krisis air bersih yang hingga kini belum mendapat solusi nyata dari pemerintah. Merasa lelah dengan janji-janji yang tak kunjung terealisasi, warga kompak turun ke jalan untuk menyuarakan hak dasar mereka atas air bersih.

Massa aksi mendatangi sejumlah titik strategis, di antaranya Kantor Pemerintah Kota Batam, Gedung DPRD Kota Batam, BP Batam, hingga kantor pengelola air bersih ABH Batam.
Koordinator Penanggung Jawab Aksi, Syamsuddin, menyampaikan tiga tuntutan utama warga di depan Gedung Pemerintah Kota Batam. Namun sangat disayangkan, Wali Kota Batam tidak menemui massa aksi, bahkan tidak memberikan tanda tangan sebagai bentuk penerimaan atas tuntutan yang disampaikan warga.

Dalam orasinya, Syamsuddin menegaskan bahwa ketidakhadiran Wali Kota tidak menyurutkan semangat warga.
“Walaupun Wali Kota Batam tidak menandatangani tuntutan kami hari ini, kami anggap Pemerintah Kota Batam menyetujui tuntutan tersebut, karena Wali Kota tidak turun menemui warga,” ujarnya dengan nada tegas.

Hal senada disampaikan Haris, selaku Koordinator Aksi. Ia mengaku kecewa atas sikap Wali Kota Batam yang tidak mau menemui warganya sendiri saat aksi damai berlangsung.
“Kami sangat kecewa. Aksi damai ini dilindungi undang-undang. Kami menyampaikan aspirasi secara santun, bukan untuk membuat kerusuhan,” kata Haris.

Menurut Haris, seharusnya pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat.
“Kalau memang mau mengajak diskusi, apa salahnya berdiskusi secara terbuka? Yang jelas, kami sangat kecewa,” tutupnya.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Warga berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti dan krisis air bersih di Tanjung Sengkuang dapat diselesaikan secara serius dan transparan. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wagub Nyanyang Dampingi Ketua MPR RI Tinjau Langsung KNMP di Natuna

30 September 2026 - 21:48 WIB

Wagub Kepri Nyanyang dan Bupati Cen Sui Lan Sampaikan Aspirasi Natuna kepada Ketua MPR RI

30 September 2026 - 21:33 WIB

Dewi Ansar Kukuhkan FK Tagana Kepri, Garda Terdepan Tanggap Bencana

30 September 2026 - 21:05 WIB

Batam Bawa Ekosistem Data Centre ke Panggung Asia

30 September 2026 - 19:58 WIB

Solid Satu Komando, Dato’ Murwanto Hulubalang Pengawalan dan Dato’ Tengku Sofyan Laksamana LMB Kepri Kota Batam Siap Perkuat Barisan

30 September 2026 - 19:36 WIB

Trending di Batam