Menu ✖

Mode Gelap
Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam Kabar Gembira, Kepri Segera Miliki Kodam XXV Baru, Markas Utama Berlokasi di Batam Lestarikan Kearifan Lokal, Gubernur Banten Andra Soni Serap Aspirasi Nelayan di Tasyakuran Laut Sidamukti Dukung Penguatan Ekosistem Media Siber, Gubernur Ansar dan Sekda Misni Terima Penghargaan AMSI Kepri AMSI Kepri Apresiasi Amsakar Achmad, BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Ekosistem Media Gelar Operasi Pasar Murah, Pemko Tanjungpinang Tekan Harga Ayam Potong

Internasional

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus USD 8

badge-check


					Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus USD 8 Perbesar

FaktaBatamNews.com, Tel Aviv-lIran resmi menutup total Selat Hormuz pada Selasa (3/3/2026) menyusul eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus USD 82 per barel.

Keputusan itu diumumkan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara koalisi AS–Israel akhir pekan lalu. Pemerintah Teheran menyebut penutupan sebagai respons atas “agresi militer” dan pelanggaran kedaulatan negara.

Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan seluruh kapal tanker dan kapal komersial dilarang melintas hingga situasi dinyatakan aman. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari.

Lonjakan harga Brent terjadi kurang dari 48 jam setelah pengumuman resmi. Analis memperingatkan gangguan pasokan global dapat terjadi jika blokade berlangsung lebih dari beberapa hari. Sejumlah kapal tanker dilaporkan tertahan di perairan sekitar Teluk Oman.

Di sisi lain, Amerika Serikat meningkatkan kesiagaan militernya melalui United States Fifth Fleet yang berbasis di Bahrain. Washington menyatakan kebebasan navigasi di Selat Hormuz merupakan kepentingan internasional.

Di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan tengah memantau situasi dan menyiapkan rencana kontingensi bagi WNI di kawasan terdampak. Pemerintah juga mengkaji dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN 2026, terutama terkait subsidi energi.

Hingga Selasa malam, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung tanpa tanda de-eskalasi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dapat Keringanan Hukuman, Terpidana Korupsi Mantan PM Malaysia Pindah dari Penjara ke Rumah Mewah

23 September 2026 - 20:06 WIB

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:42 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 08:01 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 07:42 WIB

Trending di Internasional