Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad Putra Aceh Rahmat Al Qahhar Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga Di Pidie: Darah Kembali Tumpah Di Tanah Aceh, Usut Tuntas PB PII Sampaikan 7 Rekomendasi Strategis dalam RDPU Komisi III DPR RI, Dukung RUU Perampasan Aset yang Berkeadilan Indonesia Darurat Kemanusiaan Dan Ekologi: Istana Sibuk Saling Sikut Kepentingan, Rakyat Dan Alam Menanggung Korban

Kepri

Debit Air Hanya Tahan 3 Bulan, Perumda Tirta Karimun Tambah Jam Operasional

badge-check


					Ket. Waduk Tempan di Kundur menjadi salah satu andalan suplai air ke pelanggan di Tanjungbalai Karimun. Perbesar

Ket. Waduk Tempan di Kundur menjadi salah satu andalan suplai air ke pelanggan di Tanjungbalai Karimun.

FaktaBatamNews.com, Karimun-Manajemen Perumda Tirta Mulia Unit Kundur menambah jam operasional yang tadinya 10 jam menjadi 14 jam. Kegiatan ini dilakukan meski debit air bersih di Waduk Tempan, Desa Lubuk, Kecamatan Kundur mengalami penyusutan.

”Operasional distribusi air bersih kita ke pelanggan dari dulu memang tidak dilakukan sampai 24 jam. Sebaliknya, hanya 10 jam saja. Namun, dengan kondisi cuaca panas terik saat ini, jam operasional kami tambah dari 10 jam menjadi 14 jam. Yakni, mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB,” ujar Manajer Perumda Tirta Mulia Karimun Unit Kundur, Armand kepada Batam Pos, Senin (30/3/2026).

Penambahan jam operasional, katanya, karena adanya permintaan dari pelanggan. Khususnya, banyak yang menyampaikan tidak mendapatkan air. Makanya, manajemen perusahaan mengambil kebijakan menambah waktu operasional. Meski, kondisi waduk saat ini mengalami penyusuan disebabkan hampir 2 bulan lamanya tidak turun hujan.

”Dalam mengelola air bersih, kami memiliki 4 waduk. Dan, yang digunakan untuk suplai air bersih ke 812 sambungan rumah hanya satu waduk. Yakni, Waduk Tempan dengan luas 2,27 hektar. Kondisi penyusuitan saat ini sudah mencapai 30 persen. meski demikian, untuk saat ini masih mampu untuk suplai air bersih ke pelanggan,” jelas Armand.

Jika kondisi panas terik seperti ini terus berlangsung, tambahnya, maka tidak menutup kemungkinan penyusutan debit air akan terus bertambah. Dia memperkirakan Waduk Tempan hanya bisa bertahan maksimal 3 bulan lagi. Karena, memang waduk tersebut juga tergantung dengan air hujan.

”Kalau kondisi normal ketinggian air di waduk mencapai 4 meter. Tapi, sekarang ketinggiannya berkurang menjadi 3,7 meter. Selain itu, penyusutan air di waduk juga disebabkan karena bertambahnya jam operasional mesin pompa air. Dengan Demikian, jumlah pemakaian air bersih juga meningkat,” papar Armand.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri

5 November 2026 - 03:07 WIB

Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim

5 November 2026 - 03:01 WIB

Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030

2 November 2026 - 18:11 WIB

Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

2 November 2026 - 18:02 WIB

Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri

31 Oktober 2026 - 23:45 WIB

Trending di Kepri