Menu

Mode Gelap
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps Kepala BP Batam: Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera Tutup Orientasi Mabigus, Wawako Raja Ariza Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter Deadlock Mediasi 28 Juli 2026, Masyarakat Mesuji Lanjutkan Reklaming Lahan di Blok O:40, 41, 42 Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM

Dunia

Pasca JDA Investasi Galang Disaksikan Prabowo, Investor AS Kunjungi Bappena

badge-check


					Pasca JDA Investasi Galang Disaksikan Prabowo, Investor AS Kunjungi Bappena Perbesar

FaktaBatamNews.com, Jakarta-Tiga investor asal Amerika Serikat, yang sebelumnya menandatangani Joint Development Agreement (JDA) dengan pengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) Galang, Galang Bumi Industri, mendatangi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas). Mereka menyampaikan rencana percepatan investasi, di Galang, Batam.

Pertemuan itu berlangsung, di Kementerian Bappenas, Jakarta. Kehadiran Penanaman Modal Asing (PMA) itu didampingi Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana. Pertemuan itu berlangsung, di Kementerian Bappenas, Jakarta. Kehadiran Penanaman Modal Asing (PMA) itu didampingi Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana. Mereka diterima Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard.

“Ini yang investor Amerika yang akan investasi di Indonesia. Yang sebelumnya, MoU dihadapan Presiden pak Prabowo,” ungkap Maruf, Kamis (2/4/2026), usai mendampingi investor sehari sebelumnya.

Menurut Direktur Utama PT Galang Bumi Industri ini, kehadiran investor AS itu, sesuai dengan direncanakan sebelumnya. Memberikan harapan baru investasi di Indonesia, ditengah ketidakpastian perekonomian dunia, dampak gejolak perang Timur Tengah.

“Kita mendampingi saat menghadap Bappenas. Mereka akan melakukan percepatan investasi,” beber Maruf.

Sebelumnya, Desember 2025, Kementerian PPN/Bappenas bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan PT Pindad menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). MoU dimaksud, untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta akselerasi Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). MoU ini menjadi langkah awal penyelarasan kebijakan dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi.

Kemudian, Februari 2026, dilakukan MoU antara investor Amerika Serikat dengan perusahaan dalam negeri. 11 perusahaan menandatangani MoU, termaksud tiga investor Amerika Serikat, yang mendirikan perusahaan Semikonduktor di Batam.

MoU itu ditandatangani, pihak perusahaan Galang Bumi Industri dan Essence, untuk industri Semi Konduktor. Kemudian, MoU terkait industri Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group. Serta transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC.

Menurut Maruf gonjang-ganjing geopolitik dunia saat ini belum secara signifikan memberi dampak pada investasi kawasan industri meski terus diwaspadai. Namun, pihaknya tetap memiliki harapan baru, untuk menarik investasi. Termaksud untuk industri energi baru dan terbarukan (EBT) serta turunannya.

“Makanya kita tetap promosi investasi untuk kawasan Industri. Salah satunya adalah perusahaan semikonduktor dari Amerika Serikat dengan investasi mencapai Rp 82 Triliun,” bebernya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian bisnis strategis antara Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, dengan beberapa perusahaan asal Amerika Serikat. Kerja sama ini menandai babak baru kolaborasi industri berteknologi tinggi dan energi berkelanjutan antara Indonesia dan Amerika Serikat, Februari 2026.

“Ekosistem yang dibangun dalam PSN Wiraraja GESEIP ini mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell,” ujarnya.

Melalui Tynergy Group of Companies (PT Tynergy Technology Group – Indonesia), akan dikembangkan ekosistem hilirisasi yang mencakup pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia, serta pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia. Pada tahap awal, nilai investasi yang digelontorkan mencapai USD 4,9 miliar.

Untuk menjamin pasokan energi yang memadai, Tynergy Group juga akan membentuk PT Energy Tech Indonesia guna membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium ion dengan kapasitas hingga 150 MW energi berkelanjutan untuk mendukung operasional kawasan industri.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 12:48 WIB

PW PII Maluku Utara Dukung Perpres 111/2025 Sebagai Bentuk Ikhtiar Lindungi Masa Depan Pelajar

9 Juli 2026 - 19:28 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 23:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 19:46 WIB

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 17:31 WIB

Trending di Dunia