Menu ✖

Mode Gelap
Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam Kabar Gembira, Kepri Segera Miliki Kodam XXV Baru, Markas Utama Berlokasi di Batam Lestarikan Kearifan Lokal, Gubernur Banten Andra Soni Serap Aspirasi Nelayan di Tasyakuran Laut Sidamukti Dukung Penguatan Ekosistem Media Siber, Gubernur Ansar dan Sekda Misni Terima Penghargaan AMSI Kepri AMSI Kepri Apresiasi Amsakar Achmad, BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Ekosistem Media Gelar Operasi Pasar Murah, Pemko Tanjungpinang Tekan Harga Ayam Potong

Internasional

Supertanker Iran Lolos Blokade AS, Terpantau Berlayar di Perairan Indonesia

badge-check


					Kapal supertanker Iran dikabarkan berhasil lolos dari blokade maritim AS Perbesar

Kapal supertanker Iran dikabarkan berhasil lolos dari blokade maritim AS

Faktabatamnews.com. Teheran-Sebuah supertanker Iran yang membawa hampir 1,9 juta barel minyak mentah senilai sekitar USD220 juta dilaporkan berhasil menghindari upaya blokade Amerika Serikat dan saat ini berlayar di perairan Indonesia.

Menurut laporan TankerTrackers pada Minggu, 3 Mei 2026, kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC) tersebut teridentifikasi dengan nama HUGE (9357183).

Dikutip dari media Anadolu, kapal itu sebelumnya terpantau di lepas pantai Sri Lanka lebih dari sepekan lalu dan kini dilaporkan bergerak melalui Selat Lombok menuju Kepulauan Riau.

Tanker tersebut diketahui tidak lagi mengaktifkan sistem Automatic Identification System (AIS) sejak 20 Maret, ketika meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.

Penghentian sinyal AIS kerap digunakan kapal-kapal tertentu untuk mengurangi pelacakan selama operasi maritim sensitif.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari AS maupun Iran terkait laporan supertanker HUGE yang lolos dari blokade.

Sebelumnya, Iran telah menyerahkan proposal perdamaian 14 poin kepada mediator Pakistan, dengan tujuan mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.

Salah satu poin dalam proposal itu adalah mekanisme baru seputar pelayaran di Selat Hormuz. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dapat Keringanan Hukuman, Terpidana Korupsi Mantan PM Malaysia Pindah dari Penjara ke Rumah Mewah

23 September 2026 - 20:06 WIB

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:42 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 08:01 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 07:42 WIB

Trending di Internasional