Menu

Mode Gelap
22 Siswa SMA di Meranti Ikuti Festival Senandung Melayu LAMR 2026 Festival Senandung Melayu Pelajar Meranti, MAN 1 dan SMAN 1 Barat Juara Rumah Cahaya Hadir di TPA/TPQ Mushalla Muhajirin RT 05 RW 02 Kampung Baru Gunung Sarik MTQ Nasional XXXI Semarang Resmi Ditutup, Sekda Sumbar Minta Pembinaan Kafilah Diperkuat Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati Amsakar Achmad Kembali Pimpin KAHMI Batam 2026-2031

Ekonomi

BI Kepri: Ekonomi Kepulauan Riau Tahun 2026 Masih Berkinerja Positif

badge-check


					Seorang pekerja di proyek pemotongan baja di PT Saipem Indonesia Karimun Yard. Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto menyampaikan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (Dokumen DISKOMINFO KEPRI/Ziqri) Perbesar

Seorang pekerja di proyek pemotongan baja di PT Saipem Indonesia Karimun Yard. Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto menyampaikan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (Dokumen DISKOMINFO KEPRI/Ziqri)

Fakatabatamnews.com. Dompak-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menyampaikan bahwa perekonomian Kepulauan Riau hingga tahun 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif dengan didukung pertumbuhan investasi, sektor industri, serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami melihat fundamental ekonomi Kepulauan Riau masih cukup kuat. Investasi terus meningkat dan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rony dalam High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Senin (3/8/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa inflasi masih menjadi tantangan yang harus terus dikendalikan. Berdasarkan data terbaru, inflasi Kepulauan Riau telah menurun menjadi 4,24 persen, namun masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi tingginya inflasi di Kepulauan Riau adalah meningkatnya permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional, khususnya di Kota Batam, yang dipengaruhi oleh tingginya kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami berharap melalui penguatan sinergi TPID, pelaksanaan operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta berbagai program pengendalian inflasi lainnya, inflasi di Kepulauan Riau dapat terus menurun dan kembali berada pada sasaran nasional,” tutup Rony.

Sumber: MC Kepri
Editior  : Redaksi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT TUN Medan Batalkan SK 7 Anggota KPID Kepri, Kadis Kominfo: Amar Keputusannya Sedang Dipelajari Biro Hukum

19 September 2026 - 20:53 WIB

Pemprov Kepri Beri Bantuan Rp500 Juta untuk Gempa di Flores,

19 September 2026 - 15:06 WIB

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Perkuat Warisan Budaya dan Ekonomi UMKM Kepri

19 September 2026 - 15:00 WIB

Pendapatan Kepri Diproyeksikan Naik Rp82,19 Miliar dalam Perubahan APBD 2026

18 September 2026 - 12:24 WIB

Menuju Dekrafest 2026, Dewi Ansar Pastikan Persiapan Berjalan Optimal

17 September 2026 - 18:53 WIB

Trending di Kepri