Menu

Mode Gelap
22 Siswa SMA di Meranti Ikuti Festival Senandung Melayu LAMR 2026 Festival Senandung Melayu Pelajar Meranti, MAN 1 dan SMAN 1 Barat Juara Rumah Cahaya Hadir di TPA/TPQ Mushalla Muhajirin RT 05 RW 02 Kampung Baru Gunung Sarik MTQ Nasional XXXI Semarang Resmi Ditutup, Sekda Sumbar Minta Pembinaan Kafilah Diperkuat Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati Amsakar Achmad Kembali Pimpin KAHMI Batam 2026-2031

Kepri

Penyengat Bedelau, Ikhtiar Pemprov Kepri Menjaga Warisan Melayu dan Meneguhkan Jejak Sejarah Bangsa

badge-check


					Balai Adat di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, terlihat dari udara. Terlihat revitalisasi dilaksnakan Pemprov Kepri di kawasan ini merubah wajah bangunan sebagai pusat musyawarah, tempat penyambutan tamu penting, dan wadah kegiatan budaya Melayu di Pulau Penyengat. Perbesar

Balai Adat di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, terlihat dari udara. Terlihat revitalisasi dilaksnakan Pemprov Kepri di kawasan ini merubah wajah bangunan sebagai pusat musyawarah, tempat penyambutan tamu penting, dan wadah kegiatan budaya Melayu di Pulau Penyengat.

Faktabatamnews.com. Dompak-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mempercepat penataan kawasan Pulau Penyengat melalui program Penyengat Bedelau sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan kawasan cagar budaya nasional sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu yang telah menjadi bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia.

Hingga Agustus 2026, berbagai pekerjaan penataan kawasan telah dilaksanakan secara bertahap. Program tersebut meliputi revitalisasi jalan dan drainase, peningkatan sistem penerangan kawasan, penataan permukiman warga, perbaikan fasilitas di sekitar situs-situs bersejarah, hingga pengembangan lanskap dan ruang-ruang interpretasi yang semakin memperkuat nilai sejarah dan budaya Pulau Penyengat.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa penataan Pulau Penyengat merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga warisan sejarah, budaya, dan bahasa Melayu yang memiliki kontribusi besar terhadap lahirnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

“Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata, tetapi merupakan pusat peradaban Melayu yang menyimpan jejak penting lahirnya identitas kebangsaan kita. Karena itu, penataan kawasan ini harus dilakukan secara menyeluruh agar nilai sejarah, budaya, dan edukasinya tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Ansar, Rabu (5/8/2026)

Menurut Ansar, Pulau Penyengat memiliki posisi yang sangat strategis dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pulau kecil yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga ini melahirkan banyak karya besar, termasuk pemikiran Raja Ali Haji yang menjadi fondasi perkembangan bahasa Melayu modern sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tengah mempersiapkan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional dengan konsep open museum yang terintegrasi dengan kawasan cagar budaya Pulau Penyengat. Proyek strategis ini dirancang melalui skema multiyears hingga akhir tahun 2027 dan ditargetkan selesai serta diresmikan pada tahun 2028, bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda.

Ansar menjelaskan, museum tersebut tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi akan menjadi pusat edukasi sejarah perkembangan bahasa Indonesia sekaligus ruang literasi kebangsaan yang terbuka bagi masyarakat.

“Kita ingin menghadirkan Museum dan Monumen Bahasa Nasional yang tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi menjadi ruang edukasi yang hidup melalui konsep open museum. Masyarakat dapat belajar langsung tentang perjalanan bahasa Indonesia, sejarah Kesultanan Riau-Lingga, hingga peran besar Raja Ali Haji dalam membangun identitas bangsa,” katanya.

Untuk mewujudkan program tersebut, Gubernur Ansar juga telah membawa rencana pengembangan Pulau Penyengat ke tingkat pemerintah pusat melalui pembahasan bersama Kementerian Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurutnya, sinergi lintas kementerian menjadi langkah penting agar pengembangan Pulau Penyengat memperoleh dukungan yang optimal sebagai kawasan strategis nasional di bidang sejarah, budaya, dan pendidikan.

“Kami berharap Pulau Penyengat tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau, tetapi juga menjadi destinasi sejarah dan budaya bertaraf nasional bahkan internasional. Ini adalah warisan bangsa yang harus kita rawat bersama,” ungkap Ansar.

Selain meningkatkan kualitas destinasi wisata sejarah dan religi, penataan Pulau Penyengat juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ansar meyakini, pelestarian kawasan bersejarah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di Pulau Penyengat.

“Melalui Program Penyengat Bedelau, kita ingin menjaga warisan sejarah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika kawasan ini semakin tertata dan dikenal luas, maka ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah dan budaya yang menjadi ruh Pulau Penyengat,” tutup Ansar.

Melalui Program Penyengat Bedelau, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen menghadirkan Pulau Penyengat sebagai kawasan yang tertata, lestari, dan berdaya saing sebagai destinasi sejarah, budaya, dan edukasi, sekaligus menjaga jejak peradaban Melayu agar tetap hidup dan menginspirasi generasi masa kini maupun masa depan.

Sumber: MC Kepri
Editor   : Redaksi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT TUN Medan Batalkan SK 7 Anggota KPID Kepri, Kadis Kominfo: Amar Keputusannya Sedang Dipelajari Biro Hukum

19 September 2026 - 20:53 WIB

Pemprov Kepri Beri Bantuan Rp500 Juta untuk Gempa di Flores,

19 September 2026 - 15:06 WIB

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Perkuat Warisan Budaya dan Ekonomi UMKM Kepri

19 September 2026 - 15:00 WIB

Pendapatan Kepri Diproyeksikan Naik Rp82,19 Miliar dalam Perubahan APBD 2026

18 September 2026 - 12:24 WIB

Menuju Dekrafest 2026, Dewi Ansar Pastikan Persiapan Berjalan Optimal

17 September 2026 - 18:53 WIB

Trending di Kepri