Surabaya-Menjelang peringatan Hari Perdamaian Aceh yang jatuh pada 15 Agustus 2026, berbagai elemen masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk menyambut momen bersejarah tersebut. Rangkaian acara berzikir dan doa bersama menjadi salah satu agenda utama yang diserukan oleh sejumlah pihak untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus mengenang jasa para pahlawan.
Menanggapi seruan tersebut, Ketua Solidaritas Daerah Aceh Rantau (SODARA), Farih Mumtaza, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan rangkaian peringatan Hari Damai Aceh tahun ini. Menurutnya, kegiatan yang diisi dengan doa dan zikir memiliki makna spiritual dan sosial yang sangat mendalam bagi seluruh masyarakat Aceh.
“Saya sangat mendukung agenda seperti ini. Selain untuk mengingatkan kita kepada para syuhada, agenda ini juga menjadi ajang penyambung tali silaturahmi antara masyarakat dari seluruh penjuru Aceh,” ujar Mumtaza
Penulis : TM. Al Azmi
Editor : Redaksi












