MD KAHMI Tanjungpinang 2026–2031 Resmi Dilantik, Wagub Kepri Harapkan Lahir Pemimpin Muda Kepulauan Riau Arus Balik HMI: Mengembalikan Kedaulatan Pendidikan Melalui Spirit Insan Akademis Resmi Dilantik, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Habibie Mahabbah: Komitmen Kawal Program Prioritas Pemerintah Gubernur Ansar Wacanakan Pertandingan Olahraga Antarkabupaten Gubernur Ansar Tutup Piala Gubernur dan Wagub Kepri 2026 di Anambas, Desa Ladan Raih Juara I Tonico Angga: Penyadapan Presiden Ancaman Serius Bagi Kedaulatan Negara

Batam

Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndiHome

badge-check


					Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndiHome Perbesar

FaktaBatamNews.Com. Batam-Akibat layanan internet yang sering mengalami gangguan dan minimnya respon perbaikan, Yusril Koto, seorang pengusaha di Batam, memutuskan untuk berhenti berlangganan layanan internet IndiHome. Kekecewaan ini memuncak saat Yusril mendatangi kantor GraPARI Telkomsel di Nagoya Hill, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (19/3/2026).

Yusril mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi pelanggan setia selama tujuh tahun dengan biaya langganan sebesar Rp450 ribu per bulan. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kualitas jaringan menurun drastis. Meski sudah berulang kali mengajukan komplain, teknisi yang dijanjikan tidak kunjung datang untuk melakukan perbaikan.

“Sudah tujuh tahun saya berlangganan, tapi belakangan ini jaringan sering gangguan. Sudah dikomplain berkali-kali, tapi teknisi tidak juga datang,” ujar Yusril dengan nada kecewa.

Gangguan internet tersebut berdampak langsung pada kelangsungan bisnisnya di Kadai Kopi Datuak yang berlokasi di Ruko Grand BSI Blok A2 No. 7, Batam Center. Menurutnya, konsumen merasa tidak nyaman karena fasilitas Wi-Fi yang disediakan tidak dapat digunakan dengan baik. Hal inilah yang membulatkan tekadnya untuk memutus kontrak langganan.

Sebagai bentuk itikad baik, Yusril mendatangi GraPARI untuk mengembalikan perangkat modem milik perusahaan. Namun, ia menyayangkan sikap petugas yang dinilai tidak profesional. Saat Yusril meminta besok (20/3) ia lakukan pembayaran tagihan sisa pemakaian hingga tanggal 19 Maret 2026, petugas bernama Iman justru menolak.

Ironisnya, perangkat modem yang dikembalikan tersebut diletakkan begitu saja oleh Iman di luar depan kantor GraPARI Nagoya Hill dengan sikap yang kurang ramah. Kejadian ini menambah daftar panjang kekecewaan Yusril terhadap layanan purna jual perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemko Batam Luncurkan BALAPAN BUMIL, Percepat Pendataan dan Pemantauan Ibu Hamil

8 November 2026 - 14:41 WIB

Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen

7 November 2026 - 20:01 WIB

Buka Jambore PKK Batam 2026, Amsakar Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Pemberdayaan Keluarga

7 November 2026 - 18:01 WIB

Pameran Pembangunan Batam, Amsakar Achmad Ajak Generasi Muda Melihat Kilas Balik Pembangunan Batam

7 November 2026 - 17:37 WIB

Pemko Batam Lindungi Data Pribadi dalam Layanan Publik Digital

7 November 2026 - 12:09 WIB

Trending di Batam