Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam Raih Gelar Winner First Face Kids Junior Indonesia 2026, Queenera Harumkan Nama Tanjungpinang Dilepas Wali Kota Lis, Kota Rebah Jadi Titik Awal Kirab Obor Porprov Kepri VI 2026 Sambut Kontingen PORPROV VI Kepri, Lis Harap Perkuat Persaudaraan Antar Daerah Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

Kepulauan Riau

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

badge-check


					DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin Perbesar

Fakatabatamnews.com. Jakarta-Pemerataan akses gizi bagi anak menjadi salah satu perhatian dalam rekomendasi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) kepada Presiden Prabowo Subianto. DEN mendorong agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kawasan perdesaan, serta masyarakat miskin.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama jajaran DEN dan sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dalam pertemuan itu, DEN memaparkan hasil kajian mengenai dampak program MBG. Kajian tersebut menunjukkan potensi peningkatan kehadiran siswa di sekolah, semangat belajar, serta pengurangan rasa lapar pada anak.

Atas dasar itu, pemerataan distribusi menjadi aspek penting agar manfaat program tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang memiliki akses dan fasilitas memadai, tetapi juga anak-anak di daerah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dan layanan dasar.

Wilayah 3T dan kawasan perdesaan menjadi perhatian karena kondisi geografis, akses transportasi, serta jangkauan layanan dapat menjadi tantangan dalam distribusi kebutuhan pangan. Prioritas kepada masyarakat miskin juga diarahkan agar program menjangkau kelompok yang membutuhkan dukungan lebih besar.

Selain program MBG, DEN turut menyampaikan perkembangan uji coba digitalisasi perlindungan sosial yang telah menjangkau 514 kabupaten/kota dengan 11,5 juta kepala keluarga terdaftar.

Digitalisasi perlindungan sosial diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran bantuan. Penguatan sistem data dinilai penting untuk mendukung kebijakan yang lebih terukur dalam menjangkau masyarakat penerima manfaat.

Pertemuan tersebut juga membahas penguatan industri hilirisasi aluminium dan komponen baterai litium, strategi menjaga harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun, serta langkah mengantisipasi dampak El Niño dan La Niña.

Dalam menghadapi risiko perubahan iklim, DEN merekomendasikan penguatan cadangan pangan, kelancaran distribusi, operasi pasar, dan penyediaan layanan kesehatan khusus bagi masyarakat di wilayah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Berbagai rekomendasi tersebut menjadi bagian dari pembahasan pemerintah dalam memperkuat perlindungan masyarakat, meningkatkan pemerataan manfaat program prioritas, dan menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri

31 Oktober 2026 - 23:45 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Akuntan Perkuat Kesiapan Hadapi Era Pelaporan Keberlanjutan Global

31 Oktober 2026 - 23:40 WIB

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 14:30 WIB

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

30 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Trending di Kepulauan Riau