Buka Jambore PKK Batam 2026, Amsakar Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Pemberdayaan Keluarga Pameran Pembangunan Batam, Amsakar Achmad Ajak Generasi Muda Melihat Kilas Balik Pembangunan Batam Dugaan Penyadapan Presiden: Ketika Alat Negara Berpotensi Mengancam Kekuasaan Konstitusional Pemko Batam Lindungi Data Pribadi dalam Layanan Publik Digital Kebebasan Berpikir Tanpa Kehilangan Jati Diri, Tantangan Pendidikan Pelajar Muslim di Era Modern MAKIN PANAS..! Tersangka Penyadapan Prabowo Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi Dipindahkan ke Rutan Mako Brimob

Kepulauan Riau

Selain Pantai Dungun, Karung Diduga Berisi Limbah B3 Juga Ditemukan di Tiga Pantai Lainnya

badge-check


					Selain Pantai Dungun, Karung Diduga Berisi Limbah B3 Juga Ditemukan di Tiga Pantai Lainnya Perbesar

FaktaBatamNews.com, Lingga – Temuan karung yang diduga berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Pantai Dungun, Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, ternyata tidak berdiri sendiri. Limbah serupa juga ditemukan di tiga pantai lain di wilayah desa tersebut.

Kepala Desa Belungkur, Arif Rafandi, mengatakan karung-karung dengan ciri yang sama ditemukan di Pantai Karang Batu, Pantai Laboh Ujung, dan Pantai Bokelang, selain di Pantai Dungun.
“Selain di Pantai Dungun, karung yang diduga berisi limbah B3 juga ditemukan di Pantai Karang Batu, Pantai Laboh Ujung, dan Pantai Bokelang,” kata Arif saat dikonfirmasi, Senin (9/2).

Arif menjelaskan, hingga saat ini karung yang berhasil diamankan baru berada di kawasan Pantai Dungun. Proses pengamanan dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga.
“Yang baru bisa kami amankan sementara ini baru di Pantai Dungun, itu pun belum semuanya. Masih banyak karung yang berserakan di pantai lain,” ujarnya.

Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah karung yang terdampar di empat pantai tersebut mencapai lebih dari 100 karung. Sebagian di antaranya bahkan dilaporkan sudah pecah dan rusak akibat terbentur batu karang.
“Kalau kami perkirakan, totalnya bisa lebih dari 100 karung. Ada juga yang sudah pecah karena terkena batu karang,” tambah Arif.

Ia mengakui, proses evakuasi seluruh karung tersebut terkendala keterbatasan anggaran. Pemerintah desa, kata dia, tidak memiliki dana operasional untuk menyewa alat berat atau kendaraan khusus guna memindahkan karung ke lokasi yang aman.

“Kami tidak memiliki anggaran untuk operasional pengangkutan. Warga bisa membantu mengumpulkan di tepi pantai, tetapi untuk membawa ke tempat aman tetap membutuhkan alat dan biaya,” ungkapnya.

Meski kondisi perairan saat ini masih terpantau normal, masyarakat berharap penanganan segera dilakukan agar limbah tersebut tidak menimbulkan dampak buruk bagi ekosistem laut dan aktivitas warga pesisir.

“Kami berharap karung-karung ini bisa segera diamankan agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan,” pungkas Arif.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri

5 November 2026 - 03:07 WIB

Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim

5 November 2026 - 03:01 WIB

Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030

2 November 2026 - 18:11 WIB

Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

2 November 2026 - 18:02 WIB

Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri

31 Oktober 2026 - 23:45 WIB

Trending di Kepulauan Riau