Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam Raih Gelar Winner First Face Kids Junior Indonesia 2026, Queenera Harumkan Nama Tanjungpinang Dilepas Wali Kota Lis, Kota Rebah Jadi Titik Awal Kirab Obor Porprov Kepri VI 2026 Sambut Kontingen PORPROV VI Kepri, Lis Harap Perkuat Persaudaraan Antar Daerah Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

Tanjungpinang

Agar Makanan Tak Terbuang, Wawako Raja Ariza Dukung Gerakan Tanjak Pangan

badge-check


					Agar Makanan Tak Terbuang, Wawako Raja Ariza Dukung Gerakan Tanjak Pangan Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang-Sisa makanan yang terbuang menjadi persoalan yang ingin ditekan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Gerakan Tanjak Pangan (Tanjungpinang Ajak Jaga Pangan).

Program tersebut mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan pangan, mulai dari mengambil makanan sesuai kebutuhan hingga mendonasikan pangan yang masih layak konsumsi kepada warga yang membutuhkan.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan, Gerakan Tanjak Pangan merupakan inovasi Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) untuk mendorong pemanfaatan pangan secara lebih efektif.

“Selama ini pangan kita kadang tersisa, pemanfaatannya kurang efektif. Karena itu, dibuat Gerakan Tanjak Pangan untuk mengajak kita menjaga pangan,” kata Raja Ariza saat peluncuran program di halaman samping Masjid Al-Iltizam, Km 8 Atas, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, pelaksanaan gerakan ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah, camat, RT/RW, masyarakat, hingga pihak sekolah, terutama pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita sarankan supaya sisa makanan tidak terbuang,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPP Kota Tanjungpinang, Yesi Perdeawati, menjelaskan, sampah pangan di Tanjungpinang mencapai hampir 60 ton setiap hari. Kondisi ini menjadi perhatian karena Tanjungpinang bukan daerah penghasil pangan.

“Kami mengajak masyarakat mengubah perilaku yang awalnya boros pangan menjadi bijak pangan,” ucap Yesi.

Gerakan Tanjak Pangan merupakan bagian dari gerakan nasional yang diterapkan di Tanjungpinang dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, perguruan tinggi, PKK, ASITA, FKUB, sekolah, hingga pelaku usaha kuliner.

Pelaksanaan gerakan ini juga telah diuji coba di Kecamatan Tanjungpinang Barat. Menurut Yesi, edukasi dan sosialisasi kepada sekolah serta penyedia makanan membantu menekan sisa makanan dari Program MBG.

Ia berharap Gerakan Tanjak Pangan dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Tanjungpinang. Masyarakat juga diimbau mengambil makanan secukupnya, menghabiskannya, serta mendonasikan pangan yang masih layak konsumsi kepada warga yang membutuhkan.

“Ambillah makanan secukupnya dan habiskan, serta donasikan pangan yang masih layak konsumsi untuk masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

1 November 2026 - 19:30 WIB

Raih Gelar Winner First Face Kids Junior Indonesia 2026, Queenera Harumkan Nama Tanjungpinang

1 November 2026 - 19:05 WIB

Dilepas Wali Kota Lis, Kota Rebah Jadi Titik Awal Kirab Obor Porprov Kepri VI 2026

1 November 2026 - 19:01 WIB

Sambut Kontingen PORPROV VI Kepri, Lis Harap Perkuat Persaudaraan Antar Daerah

1 November 2026 - 18:56 WIB

Hadiri Pisah Sambut Dandim 0315/Tanjungpinang, Wako Lis Harapkan Sinergi dengan Pemko Terus Berlanjut

31 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Trending di Tanjungpinang