Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam Raih Gelar Winner First Face Kids Junior Indonesia 2026, Queenera Harumkan Nama Tanjungpinang Dilepas Wali Kota Lis, Kota Rebah Jadi Titik Awal Kirab Obor Porprov Kepri VI 2026 Sambut Kontingen PORPROV VI Kepri, Lis Harap Perkuat Persaudaraan Antar Daerah Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

Daerah

Satu Tahun Rezim Banjar: Kota Mati Bagi Pemuda, Kartu Berdaya Jadi Kertas Sampah, Rakyat Terusir Merantau!

badge-check


					Satu Tahun Rezim Banjar: Kota Mati Bagi Pemuda, Kartu Berdaya Jadi Kertas Sampah, Rakyat Terusir Merantau! Perbesar

FaktaBatamNews.com, ‎BANJAR-Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar, kondisi sosial-ekonomi masyarakat justru berada di titik nadir. Gerakan Mahasiswa Kota Banjar (GMKB) menilai pemerintah daerah telah gagal total dalam menciptakan ekosistem kemandirian ekonomi, membuat Kota Banjar tidak lebih dari sekadar “kota transit” yang ditinggalkan penghuninya.
‎
‎Krisis Lapangan Kerja: Banjar “Eror” Lowongan
‎Sorotan tajam tertuju pada nihilnya serapan tenaga kerja lokal. Berdasarkan pantauan aktivis di lapangan, bursa kerja atau job fair yang diadakan pemerintah hanya formalitas tanpa realisasi penempatan yang jelas.
‎
‎”Coba cek papan pengumuman atau portal resmi pemerintah, hampir tidak ada lowongan kerja yang tersedia untuk warga lokal. Sektor industri stagnan, dan investasi yang dijanjikan hanya bualan kampanye. Banjar hari ini adalah kota yang ‘eror’ bagi pencari kerja,” tegas Juru Bicara Gerakan Mahasiswa Kota Banjar.
‎
‎Eksodus Besar-Besaran: 90% Pemuda Pilih Jadi TKI
‎Kegagalan pemberdayaan ini berdampak sistemik pada visi masa depan generasi muda. Data internal yang dihimpun dari berbagai basis pergerakan menunjukkan tren yang sangat memprihatinkan:
‎
‎90% Pemuda Banjar Memilih Merantau: Akibat tidak adanya kepastian ekonomi di tanah kelahiran, mayoritas lulusan SMA/SMK dan Sarjana di Banjar memilih mengadu nasib ke luar negeri atau kota besar.
‎
‎Penyusutan Potensi Lokal: Kota Banjar kehilangan “otak” dan “tenaga” kreatifnya karena pemerintah lebih sibuk dengan urusan birokrasi ketimbang menciptakan peluang usaha.
‎
‎Kartu Berdaya: Simbol Kebohongan Publik
‎Mahasiswa kembali menekankan bahwa Kartu Berdaya yang dijanjikan sebagai solusi pemberdayaan ekonomi justru menjadi bukti kegagalan paling nyata.
‎
‎”Kartu Berdaya itu sekarang fungsinya cuma satu: jadi sampah plastik di dompet rakyat. Janji subsidi permodalan dan akses kerja melalui kartu itu terbukti 100% palsu. Sementara pemuda kita bertaruh nyawa di negeri orang (luar negeri) karena di rumah sendiri mereka tidak diberi jalan untuk berdaya,” tambahnya.
‎
‎Pernyataan Sikap & Tuntutan
‎Atas dasar kondisi darurat tersebut, Gerakan Mahasiswa Kota Banjar menuntut:
‎
‎Revolusi Lapangan Kerja: Pemerintah wajib menghadirkan minimal 1.000 lowongan kerja lokal dalam 6 bulan ke depan melalui kemitraan strategis, bukan sekadar pelatihan tanpa penempatan.
‎
‎Audit Kartu Berdaya: Pertanggungjawabkan anggaran Kartu Berdaya yang tidak berfungsi. Jika tidak ada manfaat, segera hentikan pembodohan publik ini!
‎
‎Insentif Pemuda Kreatif: Stop birokrasi berbelit untuk UMKM pemuda agar angka perantauan 90% bisa ditekan.
‎
‎”Kami tidak akan diam melihat Banjar hanya menjadi kota tua yang ditinggalkan pemudanya. Jika Wali Kota tidak mampu memberdayakan rakyatnya sendiri, lebih baik angkat kaki dari pendopo

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

28 Oktober 2026 - 21:31 WIB

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

26 Oktober 2026 - 01:07 WIB

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan

2 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak

2 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Trending di Jawa Barat