Menu

Mode Gelap
BEM Politeknik Bisnis Digital Indonesia Gelar Diskusi Politik, Dorong Mahasiswa Kritis Kawal Demokrasi dan Kebijakan Publik Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI Dorong Pelayanan Publik di Batam Merdeka Dari Penjilat dan Pengkianat: Refleksi HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Wakapolda Kepri Hadiri Rakor Forkopimda dan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sumatera Kapolda Kepri Hadiri Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Regional Sumatera 2026 Wawako Raja Ariza: Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat Kebersamaan

Internasional

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Gelombang Protes Tolak Perang Iran Meluas

badge-check


					Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Gelombang Protes Tolak Perang Iran Meluas Perbesar

FaktaBatamNews.Com. New York-Gelombang demonstrasi besar-besaran melanda berbagai wilayah Amerika Serikat pada akhir Maret 2026, ketika jutaan warga turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Aksi yang dikenal sebagai gerakan “No Kings” ini berlangsung serentak di lebih dari 3.000 titik di seluruh negeri, mencakup seluruh 50 negara bagian. Demonstrasi tersebut disebut sebagai salah satu mobilisasi massa terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat.

Skala Nasional dan Partisipasi Massif
Di kota-kota besar seperti New York, Washington D.C., Los Angeles, Chicago, hingga San Francisco, ribuan hingga ratusan ribu demonstran memenuhi jalan-jalan utama. Aksi juga terjadi di puluhan kota lainnya, menunjukkan luasnya penolakan publik terhadap kebijakan luar negeri pemerintah.

Di Manhattan, puluhan ribu orang berkumpul dan melakukan long march sambil membawa poster bertuliskan “No New War” dan “Hands Off Iran.”

Sementara itu, di berbagai titik lain, demonstrasi diwarnai orasi, pertunjukan musik, hingga aksi simbolik untuk mengenang korban konflik.

Penolakan terhadap Kebijakan Perang
Para demonstran secara tegas menolak operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang dinilai memperburuk situasi global dan membebani ekonomi domestik.

Isu utama yang diangkat meliputi: Eskalasi konflik yang dinilai tidak perlu, kenaikan harga energi dan biaya hidup, kekhawatiran terhadap potensi perang berkepanjangan, dugaan pelanggaran hukum internasional.

Sejumlah peserta aksi menyebut perang tersebut tidak memberikan manfaat langsung bagi rakyat Amerika, melainkan justru meningkatkan tekanan ekonomi.

Latar Belakang Konflik
Aksi protes ini dipicu oleh meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran sejak awal 2026, setelah serangan militer besar dilancarkan oleh AS dan sekutunya. Konflik tersebut memicu balasan dari Iran dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Sejak saat itu, aksi demonstrasi anti-perang terus bermunculan di berbagai kota di AS, baik di depan Gedung Putih maupun pusat-pusat kota besar.

Gerakan Terorganisir dan Isu Lebih Luas
Demonstrasi ini digerakkan oleh berbagai organisasi masyarakat sipil, serikat pekerja, dan kelompok aktivis, termasuk koalisi anti-perang dan organisasi progresif.

Selain menolak perang, massa juga mengkritik kebijakan pemerintah terkait imigrasi, pemotongan anggaran kesehatan, serta isu demokrasi dan kepemimpinan nasional.

Slogan-slogan seperti “No Kings” mencerminkan kekhawatiran publik terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai otoriter, terutama dalam pengambilan keputusan terkait perang.

Respons Pemerintah
Pihak Gedung Putih merespons aksi tersebut dengan meremehkan signifikansinya, menyebut demonstrasi sebagai gerakan politik yang tidak mencerminkan mayoritas publik.

Namun, skala dan intensitas aksi menunjukkan meningkatnya tekanan domestik terhadap pemerintah terkait kebijakan luar negeri, khususnya keterlibatan dalam konflik Iran.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Amirul Khalish Manik Resmi Ditunjuk sebagai Ketua DPD KAPMI Provinsi Kepulauan Riau 2026-2031

11 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Tutup Pelatihan Las 4G FCAW di Batam, Aman Siapkan Tenaga Kerja Lokal Kompeten

6 Agustus 2026 - 03:10 WIB

RSUD RAT Segera Terapkan Tarif Layanan Kesehatan Berbasis Unit Cost

3 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Semarak Hari Lahir PII Wati ke-62: Perayaan Serentak di Tiga Wilayah, Ketua Korpus PII Wati, Melisa: Merawat Diri, Tumbuh Berdaya, Menginspirasi Negeri

3 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Trending di Nasional