Menu

Mode Gelap
BEM Politeknik Bisnis Digital Indonesia Gelar Diskusi Politik, Dorong Mahasiswa Kritis Kawal Demokrasi dan Kebijakan Publik Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI Dorong Pelayanan Publik di Batam Merdeka Dari Penjilat dan Pengkianat: Refleksi HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Wakapolda Kepri Hadiri Rakor Forkopimda dan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sumatera Kapolda Kepri Hadiri Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Regional Sumatera 2026 Wawako Raja Ariza: Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat Kebersamaan

Internasional

Misi Pencarian Anggota Jet Tempur F-15 di Iran Berlangsung, Tim Penyelamat Militer AS Hadapi Risiko Tinggi

badge-check


					Misi Pencarian Anggota Jet Tempur F-15 di Iran Berlangsung, Tim Penyelamat Militer AS Hadapi Risiko Tinggi Perbesar

FaktaBatamNews.Com. New York- Tim penyelamat Amerika Serikat tengah melakukan operasi pencarian terhadap seorang anggota militer mereka. Dia merupakan awak pesawat yang hilang setelah jet tempur F-15 dilaporkan ditembak jatuh di Iran.

Laporan menyebutkan pilot berhasil diselamatkan, sementara satu awak lainnya masih dalam pencarian. Demikian dilansir dari BBC News, Sabtu (4/4/2026).

Operasi ini merupakan bagian dari Combat Search and Rescue (CSAR), yakni misi militer AS untuk menemukan dan menyelamatkan personel mereka di wilayah berbahaya di Iran saat ini.

Menurut laporan CBS, operasi dilakukan jauh di pedalaman Iran dengan dukungan helikopter militer, pesawat pengisian bahan bakar, serta pengamanan udara.

Seorang mantan komandan unit penyelamat AS mengatakan, operasi seperti ini melibatkan puluhan personel terlatih. “Harrowing and massively dangerous is an understatement,” ujarnya kepada CBS News, menggambarkan tingginya risiko misi tersebut.

Di sisi lain, analis dari Chatham House, Laurel Rapp, mengungkapkan, kemungkinan penangkapan awak pesawat oleh Iran akan menjadi keuntungan strategis. “Ini harga yang harus dibayar mahal. Kemungkinannya juga akan menjadi bagian dari tawar-menawar yang kuat,” ujar Rapp.

Sementara itu, pakar militer Jonathan Hackett menjelaskan,  tim penyelamat akan memulai pencarian dari titik terakhir keberadaan korban. “Tim mencari dari titik awal dan akan meluas. Kondisi medan menjadi tantangan besar dalam operasi ini,” ungkapnya.

Hingga kini, pencarian masih berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat di Iran. Ini menjadi pukulan telak bagi Amerika Serikat yang memulai peperangan dengan Iran.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 12:48 WIB

PW PII Maluku Utara Dukung Perpres 111/2025 Sebagai Bentuk Ikhtiar Lindungi Masa Depan Pelajar

9 Juli 2026 - 19:28 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 23:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 19:46 WIB

Trending di Internasional