Menu ✖

Mode Gelap
Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam Kabar Gembira, Kepri Segera Miliki Kodam XXV Baru, Markas Utama Berlokasi di Batam Lestarikan Kearifan Lokal, Gubernur Banten Andra Soni Serap Aspirasi Nelayan di Tasyakuran Laut Sidamukti Dukung Penguatan Ekosistem Media Siber, Gubernur Ansar dan Sekda Misni Terima Penghargaan AMSI Kepri AMSI Kepri Apresiasi Amsakar Achmad, BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Ekosistem Media Gelar Operasi Pasar Murah, Pemko Tanjungpinang Tekan Harga Ayam Potong

Internasional

Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar

badge-check


					Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar Perbesar

FaktaBatamNews.com, Teheran – Dalam eskalasi ketegangan yang semakin memuncak di Timur Tengah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa ratusan personel militer Amerika Serikat tewas atau luka-luka akibat serangan balasan yang dilakukan Tehran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan. Pernyataan ini disampaikan pada Ahad (1/3/2026) menurut laporan kantor berita Fars.

Menurut pernyataan resmi IRGC, dalam serangan balasan tersebut jelas disebutkan bahwa puluhan rudal balistik dan serangan pesawat tak berawak (drone) dilancarkan ke sejumlah pangkalan militer AS, termasuk di wilayah Bahrain, Kuwait, dan beberapa titik lain di kawasan Teluk. Serangan ini, menurut klaim Iran, berhasil menyebabkan 560 personel militer Amerika tewas atau luka-luka sebagai bagian dari operasi balasan besar-besaran terhadap apa yang disebut Teheran sebagai “agresi AS-Israel”.

Iran menyatakan bahwa serangan itu adalah tanggapan langsung terhadap serangkaian serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target strategis di dalam wilayah Republik Islam Iran, termasuk ibu kota Teheran dan infrastruktur militer penting lainnya. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa serangan gabungan tersebut menimbulkan kerusakan yang luas serta korban sipil di beberapa provinsi Iran.

Dalam pernyataannya, juru bicara IRGC menegaskan bahwa operasi militer itu merupakan bagian dari hak Iran untuk membalas agresi luar negeri, dan akan terus berlanjut “tanpa henti” hingga tujuan strategis tercapai. Pernyataan tersebut juga mengklaim bahwa beberapa fasilitas komando dan dukungan utama militer AS mengalami kerusakan serius akibat serangan rudal dan drone Iran.

Sementara itu, media resmi Iran juga melaporkan bahwa selain target-target militer AS, pangkalan-pangkalan penting Israel menjadi bagian dari sasaran serangan balasan Tehran, yang menurut Iran turut menyebabkan banyak korban di jajaran pasukan agresor.

Hingga saat ini, klaim jumlah korban militer AS tersebut belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak berwenang Amerika Serikat atau organisasi internasional, dan tidak ada pernyataan resmi dari Pentagon yang menyatakan angka yang sama. Situasi di lapangan masih berkembang dan ketegangan militer antara kedua negara diperkirakan akan terus meningkat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dapat Keringanan Hukuman, Terpidana Korupsi Mantan PM Malaysia Pindah dari Penjara ke Rumah Mewah

23 September 2026 - 20:06 WIB

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:42 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 08:01 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 07:42 WIB

Trending di Internasional