oleh

Reses Ismet Abdullah di Tanjung Uban Selatan, Syamsuddin AT Tegaskan Limbah B3 Pertamina Nyata dan Bukan Isu

-Bintan, Kepri-22 Dilihat

Fakatabatamnews.com. Bintan-Anggota DPD RI daerah pemilihan Kepulauan Riau, Ismet Abdullah menggelar kegiatan reses di kediaman Udin Teralis alias Udin Natuna, Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, RT/RW, pemuda, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan di wilayah Bintan Utara.

Dalam forum itu, Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara, Syamsuddin AT, menyampaikan aspirasi terkait dugaan keberadaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di kawasan Pertamina Tanjung Uban.

banner 400x130

Di hadapan peserta reses, Syamsuddin menegaskan bahwa limbah B3 tersebut benar-benar ada dan bukan sekadar isu yang berkembang di tengah masyarakat.

“Saya sampaikan di depan Bapak Ismet dan para tokoh, limbah B3 di dalam kawasan Pertamina Tanjung Uban itu benar-benar ada. Sudah ada sejak era STANVAC tahun 1930-an. Volumenya ribuan ton. Saya berani mempertanggungjawabkan ucapan ini,” tegas Syamsuddin.

Ia juga menyatakan kesiapan Aliansi untuk mendampingi Ismet Abdullah apabila ingin meninjau langsung lokasi limbah yang dimaksud.

“Silakan Bapak Ismet turun langsung. Kami siap dampingi. Biar jelas bahwa ini bukan isu, tapi fakta di lapangan yang menunggu penyelesaian,” ujarnya.

Selain itu, Syamsuddin kembali mendesak agar Pertamina bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan segera menuntaskan proses tender pengangkutan limbah B3 dengan nomor UM-001/PET530/2024-SO. Menurutnya, tender tersebut telah dibuka sejak 30 Oktober 2024, namun hingga Mei 2026 belum ada kepastian terkait jadwal pemindahan limbah.

“Warga pesisir sudah terlalu lama menunggu. Limbah ini dekat permukiman dan wilayah tangkap nelayan. Kami minta Bapak Ismet menggunakan kewenangan di DPD RI untuk mendorong Pertamina dan Kementerian BUMN agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ismet Abdullah menyatakan akan menindaklanjuti persoalan limbah B3 itu kepada kementerian terkait, termasuk Kementerian BUMN dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Soal limbah B3, saya catat. Ini menyangkut keselamatan warga. Saya akan panggil Pertamina dan meminta penjelasan resmi soal tender. Kalau perlu, kita tinjau bersama ke lokasi,” kata Ismet.

Sementara itu, Udin Teralis selaku tuan rumah mengapresiasi kehadiran Ismet Abdullah yang dinilai mau mendengar langsung keluhan masyarakat.

“Alhamdulillah Pak Ismet mau mendengar langsung aspirasi warga. Harapan kami, persoalan limbah ini benar-benar dibawa ke pusat agar ada solusi nyata,” ujarnya.

Kegiatan reses ditutup dengan dialog bersama masyarakat dan sesi foto bersama. Syamsuddin AT menegaskan Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara akan terus mengawal persoalan limbah B3 hingga ada kepastian pengangkutan dan penyelesaian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Pertamina Tanjung Uban maupun DLH Bintan belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan yang mencuat dalam kegiatan reses tersebut.(red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *