oleh

Penantian Warga Terjawab, Roby Kurniawan Resmikan Pelabuhan Mak Yong di Mantang

-Bintan, Kepri-179 Dilihat

FaktaBatamNews.com, Bintan-Penantian panjang masyarakat Kecamatan Mantang akhirnya terjawab. Bupati Bintan Roby Kurniawan meresmikan Dermaga Mak Yong (Makyong) yang berlokasi di Desa Mantang Lama, Sabtu (21/02/2026) sore.

Peresmian dilakukan dengan pemotongan pita, didampingi Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, bertepatan dengan agenda Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Bintan di Kecamatan Mantang.

banner 400x130

Dermaga yang menjadi salah satu pelabuhan utama masyarakat Mantang ini sebelumnya telah lama diusulkan untuk direhabilitasi melalui Musrenbang Kecamatan. Usulan tersebut akhirnya masuk dalam skala prioritas dan direalisasikan pada akhir 2025.

“Alhamdulillah, dermaga ini telah diresmikan dan sudah bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” ujar Roby usai peresmian.

Prioritas Akses Vital Masyarakat Mantang
Menurut Roby, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah pembangunan di Mantang, seperti peningkatan jalan lingkar, penyediaan fasilitas umum, hingga optimalisasi kapal Puskesmas Keliling. Namun, perbaikan dermaga utama menjadi fokus prioritas karena merupakan akses vital mobilitas warga.

Ia menegaskan, keberadaan dermaga ini sangat dinantikan masyarakat selama bertahun-tahun. Dengan rampungnya rehabilitasi, diharapkan aktivitas transportasi laut warga menjadi lebih aman dan nyaman.

Dermaga Mak Yong kini dilengkapi bangunan ruang tunggu, kursi penumpang, pagar pembatas, serta fasilitas toilet umum. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

Makyong Identitas Budaya Mantang
Nama Mak Yong yang disematkan pada dermaga memiliki makna historis dan kultural bagi masyarakat Mantang. Makyong merupakan seni teater tradisional Melayu yang masih dilestarikan secara turun-temurun di Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Meski kesenian serupa juga berkembang di Malaysia dan Thailand bagian selatan, Makyong khas Mantang memiliki ciri tersendiri, yakni penggunaan topeng dan tokoh ikonik bernama Awang.

Bupati Bintan Roby Kurniawan turut mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat dermaga tersebut sebagai aset bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Fasilitas ini milik bersama. Mari kita jaga dan pelihara agar terus bisa dimanfaatkan dari generasi ke generasi,” pesannya.

Dengan diresmikannya Dermaga Mak Yong (Makyong Bintan), diharapkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Mantang semakin meningkat seiring membaiknya infrastruktur transportasi laut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *