Menu

Mode Gelap
Penyesuaian Ketentuan Pidana Perda, Wako Lis Terima Legal Opinion dari Kejari Tanjungpinang Gelar Baksos Air Bersih di DIY, PNIB Tegaskan Komitmen Lawan Radikalisme Amsakar Kawal Hak 1.025 Pekerja PT Ghim Li, Pemko Batam Bentuk Tim Jejak Sejarah Tanjungpinang Tersebar, Wako Lis Gagas Satu Data Sejarah Loola Targetkan Bangun 300 IPAL di Tanjungpinang Kejurda Para Menembak Kepri 2026, Atlet Tanjungpinang Sabet 7 Gelar Juara

Tanjungpinang

Wali Kota Lis: Sejarah Tanjungpinang Harus Jadi Urusan Masa Depan

badge-check


					Wali Kota Lis: Sejarah Tanjungpinang Harus Jadi Urusan Masa Depan Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang-Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah ingin mengubah cara berpikir tentang sejarah. Bukan sekadar catatan masa lalu atau warisan yang disimpan, sejarah harus menjadi sumber pengetahuan dan modal bagi masa depan Tanjungpinang.

“Jangan menempatkan sejarah hanya sebagai urusan masa lalu. Sejarah adalah urusan masa depan,” kata Lis.

Hal itu disampaikan Lis saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Data dan Informasi Sejarah (Penyusunan Buku Sejarah) Kota Tanjungpinang Tahun 2026 di Plaza Hotel Tanjungpinang, Rabu (16/9/2026).

Menurut Lis, cara pandang tersebut penting bagi Tanjungpinang yang memiliki perjalanan panjang dalam sejarah peradaban Melayu. Jejaknya terbentang dari Bintan, Sungai Carang, Kota Piring dan Pulau Penyengat hingga Daik-Lingga, Johor, Singapura dan Melaka.

Warisan tersebut, kata Lis, perlu dihadirkan lebih dekat kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar sejarah tidak berhenti sebagai pengetahuan di buku, tetapi dipahami melalui pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

Pulau Penyengat menjadi salah satu contohnya. Kawasan itu tidak seharusnya hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenal Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas, manuskrip, tradisi keagamaan, kesusastraan Melayu hingga sejarah pemerintahan.

“Ketika orang datang ke Penyengat, kita jangan puas hanya ketika mereka berfoto di Masjid Raya Sultan Riau. Kita ingin mereka pulang dengan pengetahuan,” ujarnya.

Untuk mendekatkan sejarah kepada generasi muda, Lis menyebut materi sejarah dapat dikemas melalui berbagai bentuk, mulai dari buku, komik, video pendek, permainan digital, kunjungan lapangan hingga storytelling.

“Mencintai kota harus dimulai dengan mengenal kotanya,” katanya.

Sumber sejarah juga tidak hanya berada di museum atau lembaga kearsipan. Foto keluarga, surat, dokumen lama, peta hingga cerita yang diwariskan antargenerasi yang masih tersimpan di masyarakat dapat melengkapi catatan sejarah Tanjungpinang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Muhammad Nazri menyampaikan pentingnya penulisan sejarah agar jejak masa lalu tidak terputus.

“Kisah sejarah harus dituliskan. Kalau tidak, jejak itu lama-lama hanya menjadi kisah rakyat yang tidak terekam dan tercatat,” tutur Nazri.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari unsur pemerintah, sekolah, perpustakaan dan kearsipan, LAM, budayawan, sejarawan serta Balai Pelestarian Kebudayaan Riau-Kepri.

FGD berlangsung selama dua hari, 16-17 September. Hari pertama membahas penyusunan dua buku kajian naskah kuno, yakni Kanun dan Pengobatan Melayu. Sementara hari kedua, Kamis (17/9), diisi dengan perumusan hasil. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penyesuaian Ketentuan Pidana Perda, Wako Lis Terima Legal Opinion dari Kejari Tanjungpinang

16 September 2026 - 20:19 WIB

Jejak Sejarah Tanjungpinang Tersebar, Wako Lis Gagas Satu Data Sejarah

16 September 2026 - 16:55 WIB

Loola Targetkan Bangun 300 IPAL di Tanjungpinang

16 September 2026 - 16:51 WIB

Kejurda Para Menembak Kepri 2026, Atlet Tanjungpinang Sabet 7 Gelar Juara

16 September 2026 - 16:47 WIB

Wako Lis sepakat untuk mengambil bagian dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.

15 September 2026 - 21:54 WIB

Trending di Tanjungpinang