Faktabatamnews.com. Jakarta-Presiden Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI), Sepri Latifan, hadir memenuhi undangan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam perayaan HUT PAN ke-28 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Momentum tersebut dimanfaatkan Sepri untuk menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap sektor kesehatan.
Sepri menyoroti pernyataan Presiden Prabowo dalam pidatonya yang menyampaikan, “Perawat-perawat kita urus, dokter-dokter kita urus.”
Menurut Sepri, pernyataan tersebut menjadi sinyal penting bahwa pemerintah menempatkan sumber daya manusia di bidang kesehatan sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan nasional.
Namun demikian, Sepri menegaskan bahwa sistem pelayanan kesehatan tidak hanya berdiri di atas peran dokter dan perawat. Di balik pelayanan kesehatan masyarakat terdapat berbagai profesi dan pekerja kesehatan lainnya yang juga memiliki kontribusi penting.
“Kita tentu sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Presiden Prabowo. Ketika beliau mengatakan perawat-perawat kita urus, dokter-dokter kita urus, tentu ini merupakan perhatian yang positif terhadap sektor kesehatan,” ujar Sepri.
“Tetapi kita berharap ke depan perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada dokter dan perawat. Pekerja kesehatan lainnya juga perlu menjadi bagian dari perhatian dan kebijakan pemerintah,” lanjutnya.
Sepri menilai seluruh unsur tenaga kesehatan memiliki peran yang saling melengkapi. Karena itu, menurutnya, kebijakan pemerintah perlu melihat sektor kesehatan secara utuh, termasuk aspek kesejahteraan, perlindungan kerja, pengembangan kompetensi, serta kepastian masa depan para pekerja kesehatan.
“Jangan sampai ada bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang luput dari perhatian. Mereka semua bekerja untuk kepentingan masyarakat dan memiliki kontribusi terhadap kualitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Sepri berharap perhatian pemerintah terhadap sektor kesehatan terus diperluas sehingga seluruh pekerja kesehatan dapat merasakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.
Baginya, penguatan sektor kesehatan bukan hanya persoalan fasilitas dan infrastruktur, tetapi juga bagaimana negara memberikan perhatian kepada manusia yang berada di garis depan pelayanan kepada masyarakat.
Kehadiran Sepri Latifan dalam perayaan HUT PAN ke-28 di JICC Jakarta tidak hanya menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi tapi sekaligus mendorong agar agenda pembangunan kesehatan nasional semakin inklusif dan menyentuh seluruh unsur tenaga kesehatan. Sepri menambahkan ini adalah ikhtiar kita bersama APKSI untuk memerdekakan pekerja kesehatan.
Penulis: Yusuf Wicaksono
Editor : AKM












