Menu

Mode Gelap
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps Kepala BP Batam: Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera Tutup Orientasi Mabigus, Wawako Raja Ariza Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter Deadlock Mediasi 28 Juli 2026, Masyarakat Mesuji Lanjutkan Reklaming Lahan di Blok O:40, 41, 42 Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM

Nasional

Prabowo Temu Mega di Istana, Didampingi Dasco & Puan, Hasto Ungkapkan Hasilnya

badge-check


					Prabowo Temu Mega di Istana, Didampingi Dasco & Puan, Hasto Ungkapkan Hasilnya Perbesar

FaktaBatamNews.Com. Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menerima Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3). Momen keduanya terlihat hangat, termasuk saat Megawati berpegangan pada Prabowo saat menaiki dan menuruni tangga.

Keduanya kemudian duduk berdampingan dan berbincang santai. Pertemuan itu juga dihadiri Sufmi Dasco Ahmad dan Puan Maharani yang duduk berhadapan.

Prabowo menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi antarpemimpin bangsa menjelang Idul Fitri.

Momen pertemuan ini turut Prabowo lewat akun Instagram @prabowo pada hari yang sama. “Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, saya menerima Presiden Ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka,” tulis Prabowo lewat unggahannya.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengatakan, pertemuan dengan Megawati merupakan ajang silaturahmi. “Pertemuan ini melanjutkan silaturahmi antarpemimpin bangsa,” ucapnya.

Prabowo tampak duduk di sofa, bersebelahan dengan Megawati.
Sebelumnya, Prabowo juga mengundang Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden Ke-11 Boediono dan Wakil Presiden Ke-13 KH Ma’ruf Amin pada Selasa (3/3/2026)

Pertemuan Prabowo dengan para mantan Presiden dan Wakil Presiden tersebut membahas sejumlah isu, mulai dari geopolitik dunia dan kondisi dalam negeri.

Hasto Ungkap Isi Pertemuan Prabowo-Megawati di Istana
Menurut Hasto, pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, yakni lebih dari dua jam.
Megawati menggambarkan momen kebersamaan tersebut layaknya pertemuan dua sahabat lama yang sudah lama tidak bersua.

“Ibu Megawati menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari 2 jam,” ungkapnya.

Meski berlangsung akrab, Hasto menyebutkan bahwa kedua pemimpin tersebut membahas persoalan-persoalan mendasar yang tengah dihadapi bangsa, termasuk dinamika politik global yang kian kompleks.

Prabowo dan Megawati berdiskusi mendalam mengenai pengalaman kepemimpinan dalam menghadapi krisis.

Prabowo dan Megawati berdiskusi mendalam mengenai pengalaman kepemimpinan dalam menghadapi krisis.

“Di dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut, dibahas hal-hal strategis tentang persoalan bangsa dan negara, serta berbagai persoalan geopolitik. Pengalaman Ibu Megawati yang sangat luas, terutama sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensional, termasuk berbagai pendekatan kebijakan yang selalu menekankan pentingnya sense of priority dan sense of urgency, menjadi salah satu hal yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut,” jelasnya.

Selain isu domestik, peran internasional Indonesia juga menjadi poin pembicaraan yang krusial. Megawati pun sempat menceritakan perjalanannya ke Timur Tengah beberapa waktu lalu.

“Demikian juga terkait dengan persoalan geopolitik, khususnya kepeloporan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, dan berbagai peran penting dalam membangun tata dunia baru melalui politik luar negeri bebas aktif. Pada kesempatan yang sangat bagus tersebut, Ibu Megawati juga menceritakan kunjungan terakhir Beliau ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan memandang pertemuan ini sebagai implementasi dari budaya politik bangsa yang mengedepankan musyawarah. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah nyata demi kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan.

Hasto menegaskan “bahwa bangsa Indonesia memiliki semangat gotong royong sehingga pertemuan antar pemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri selain sesuai dengan kultur bangsa, untuk saling berdialog, bermusyawarah, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Tegaskan Dukungan terhadap Program Kementerian Pertanian, Siap Bersinergi Berantas Mafia Pangan

2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

DPP GEMURA Soroti Kemunculan “Kabinet Bayangan”, Desak Transparansi: “Kabinet Bayangan atau Kabinet Bayaran?”

1 Agustus 2026 - 23:01 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

1 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Peringati Hari Lahir ke-62, Ketua PII Wati: Teguhkan Semangat Perempuan Berdaya dan Berkarya

31 Juli 2026 - 18:32 WIB

Pemko Batam Tegaskan RT dan RW Bukan Petugas Pendataan dan Pemungutan Pajak

31 Juli 2026 - 15:13 WIB

Trending di Batam