Menu

Mode Gelap
GMIB Gelar Workshop Manajemen Masjid Modern, Diikuti 200 Masjid di Serang dan Cilegon Membawa Misi Modernisasi dan Kolaborasi, Supriyadi Resmi Maju sebagai Calon Ketua Umum/Presidium MD KAHMI Batam Periode 2026–2031 KAPMI PT Audiensi dengan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Bahas Sinergi Kampus Preneur dan Pengembangan Wirausaha Mahasiswa Semarakkan Hari Jadi Kepri, Pemko Batam Imbau Penggunaan Baju Kurung Melayu Hadapi Kekeringan dan Kabut Asap, Pemkab Lingga Gelar Salat Taubat dan Istighosah Orientasi 3.481 PPPK Kepri Dimulai, Sekdaprov: PPPK Jadi Tulang Punggung Pemerintahan

Banten

GMIB Gelar Workshop Manajemen Masjid Modern, Diikuti 200 Masjid di Serang dan Cilegon

badge-check


					GMIB Gelar Workshop Manajemen Masjid Modern, Diikuti 200 Masjid di Serang dan Cilegon Perbesar

Faktabatamnews.com. Banten-Sebanyak 200 masjid di wilayah Kota dan Kabupaten Serang serta Kota Cilegon mengikuti One Day Workshop Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan di Ballroom Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan masjid yang semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi jamaah serta masyarakat di sekitarnya.

Melalui pendekatan praktis, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek pengelolaan masjid yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing masjid.

Dalam workshop tersebut, Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB) menyampaikan enam modul pengelolaan praktis masjid yang dirancang berdasarkan pengalaman pendampingan dan pengembangan ekosistem masjid berdaya di berbagai daerah.

Enam modul tersebut menjadi ruang belajar bagi para pengurus dan penggerak masjid untuk tidak hanya memahami aspek administrasi dan kelembagaan, tetapi juga melihat masjid sebagai pusat pemberdayaan umat yang mampu mengelola potensi jamaah, membangun program, serta menghadirkan kebermanfaatan secara berkelanjutan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia Provinsi Banten dan Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB), dengan dukungan dari Paragon Corp dan Bank BCA Syariah.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk memperkuat kapasitas pengelola masjid sekaligus mendorong lahirnya masjid-masjid yang semakin berdaya dan berdampak.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten serta Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten juga secara simbolis membuka pelaksanaan One Day Workshop Manajemen Masjid Modern.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten mengatakan, penguatan kapasitas pengurus masjid menjadi hal penting agar masjid dapat menjalankan fungsi yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Masjid memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pengelolaan masjid perlu terus diperkuat, bukan hanya dari sisi kegiatan ibadah, tetapi juga bagaimana masjid dapat memberikan pelayanan dan manfaat yang nyata bagi jamaah dan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan masjid yang baik membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan manajerial sekaligus kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai pelatihan satu hari, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan oleh para pengurus masjid sesuai dengan kondisi masing-masing. Masjid harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menilai penguatan ekosistem masjid dapat menjadi bagian dari upaya membangun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Masjid bukan hanya tempat untuk menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, potensi jamaah dan lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendukung pengembangan masjid.

” Bank Indonesia tentu tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, komunitas, dan para pengurus masjid agar berbagai potensi yang ada dapat dikembangkan secara bersama-sama,” ujarnya.

Dari sisi penyelenggara, GMIB mendorong agar masjid tidak berhenti sebagai tempat pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan, tetapi berkembang menjadi pusat ekosistem umat.

Perwakilan Gerakan Masjid Indonesia Berdaya mengatakan, pengelolaan masjid modern harus dimulai dari kemampuan pengurus memahami jamaah dan lingkungan di sekitarnya.

“Masjid yang berdaya adalah masjid yang mengenal jamaahnya, memahami persoalan di lingkungannya, kemudian mampu mengubah data dan potensi tersebut menjadi program yang memberikan manfaat. Jadi, masjid bukan hanya mengumpulkan jamaah, tetapi juga menghubungkan dan memberdayakan jamaah,” katanya.

Ia menjelaskan, enam modul yang diberikan dalam workshop dirancang agar para pengurus mendapatkan perspektif praktis mengenai pengelolaan masjid.

“Kami ingin pengurus masjid pulang membawa sesuatu yang bisa langsung dipraktikkan. Mulai dari bagaimana mengelola kelembagaan, memahami jamaah, mengembangkan program, sampai bagaimana membangun kolaborasi dan pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Antusiasme ratusan peserta dari berbagai masjid di Serang dan Cilegon menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus semangat yang kuat dari para pengurus masjid untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan.

Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai tata kelola masjid, tetapi juga diajak melihat bagaimana data jamaah, pengelolaan zakat, infak, sedekah, program sosial, serta potensi ekonomi masyarakat dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem masjid.

Salah satu peserta, Agus Nasikin, pengurus Masjid Al Muhajirin, Kompleks Puri Kartika, Banjarsari, Kota Serang, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari pelatihan pengelolaan masjid modern tersebut.

Menurut Agus, materi mengenai pengelolaan zakat, infak, sedekah hingga sistem database penerima manfaat menjadi salah satu hal yang menarik untuk diterapkan di masjidnya.

“Banyak hal yang kami dapatkan dari pelatihan ini. Salah satunya bagaimana masjid bisa memiliki database penerima manfaat dan mengelola zakat, infak, serta sedekah dengan lebih terarah,” kata Agus.

Ia menilai, pendataan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program sosial masjid benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Selama ini kita sering punya kegiatan sosial, tetapi kalau datanya tidak kuat, kita bisa kesulitan menentukan siapa yang menjadi penerima manfaat. Ini yang menurut saya penting untuk kami bawa pulang dan coba terapkan di Masjid Al Muhajirin,” ujarnya.

Agus juga berencana mengajak tim Masjid Al Muhajirin untuk bersilaturahmi dan belajar langsung ke Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), khususnya terkait pendataan jamaah dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berencana bersilaturahmi dan belajar langsung ke Masjid Raya Bintaro Jaya. Kami ingin melihat bagaimana mereka melakukan pendataan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga pengalaman tersebut bisa menjadi referensi bagi kami di Masjid Al Muhajirin,” katanya.

Menurutnya, setelah kegiatan ibadah semakin kuat, masjid juga perlu memperluas perhatian terhadap persoalan sosial dan potensi masyarakat di sekitar.

“Masjid jangan hanya ramai ketika ada kegiatan ibadah. Potensi masyarakat di sekitar masjid juga harus diperhatikan. Kalau dikelola bersama, saya yakin masjid bisa menjadi tempat masyarakat tumbuh dan berkembang bersama,” tutur Agus.

Melalui kegiatan ini, GMIB mendorong agar masjid berkembang menjadi pusat ekosistem umat, tempat jamaah terhubung, persoalan masyarakat teridentifikasi, potensi umat dikembangkan, dan berbagai program pemberdayaan dapat dijalankan secara terarah.

Dari Banten, gerakan masjid berdaya terus diperluas melalui penguatan kapasitas pengurus, kolaborasi antarlembaga, serta pengembangan program yang mampu menjawab kebutuhan jamaah dan masyarakat.

Masjid yang dikelola dengan baik bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya jamaah, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya kebermanfaatan bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 17:55 WIB

Tiga Hari Digelar, 24 Masjid di Tangerang Selatan Ikuti Bimtek Pengelolaan Masjid Modern

13 September 2026 - 17:50 WIB

Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah

12 September 2026 - 18:42 WIB

KKN Kelompok 02 STTIKOM Insan Unggul Resmi Berakhir, Lurah Grogol Apresiasi Pendekatan Mahasiswa kepada Warga

29 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Kepedulian Terhadap Lingkungan, PT. TMT Perdayakan Warga Setempat Memilah dan Memilih Sampah Limbah Sisa Industri

26 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Trending di Banten