Menu

Mode Gelap
Ketika Hijau-Hitam Menjadi Jejak Pengabdian Menuju Dekrafest 2026, Dewi Ansar Pastikan Persiapan Berjalan Optimal PB PII Serukan Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran Beras Fortifikasi dan Perlindungan Konsumen Bersama Wako Lis, PERBARINDO Salurkan Bantuan Pupuk untuk Petani Tanjungpinang Dispora Tanjungpinang Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Atlet Difabel Kejurda Para Tenis Meja Kepri Dibuka, Pemprov dan Pemko Dukung Pembinaan Atlet Difabel

Jakarta

Jefry Mahasiswa Jakarta Asal Kalbar Soroti Karhutla di Kalimantan: Jangan Tunggu Asap Menyebar

badge-check


					Jefry Mahasiswa Jakarta Asal Kalbar Soroti Karhutla di Kalimantan: Jangan Tunggu Asap Menyebar Perbesar

Faktabatamnews.com. Jakarta-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meluas di sejumlah wilayah Kalimantan mendapat perhatian dari mahasiswa asal Kalimantan Barat yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta.

Jefry, mahasiswa Jakarta asal Kalimantan Barat, mengatakan karhutla tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan lingkungan. Menurut dia, dampaknya turut menyentuh kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga.

“Bagi kami yang berasal dari Kalimantan Barat, kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan. Ini menyangkut kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan masa depan masyarakat,” ujar Jefry.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terdeteksinya 1.487 titik panas di berbagai wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026).

Jefry menilai pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran lahan. Penanganan, kata dia, tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah membesar.

“Jangan sampai penanganan baru dilakukan ketika asap sudah menyebar dan masyarakat menjadi korban,” katanya.

Selain memperkuat pencegahan, Jefry juga mendorong penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara ilegal.

Menurut dia, persoalan karhutla harus ditempatkan sebagai agenda yang ditangani secara berkelanjutan, bukan hanya menjadi perhatian ketika musim kemarau tiba.

“Kalimantan adalah rumah bagi jutaan masyarakat dan kekayaan alam Indonesia. Karena itu, menjaga hutan dan lahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Jefry.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam pencegahan karhutla serta memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dari dampak asap dan penurunan kualitas udara.

Bagi Jefry, upaya menjaga Kalimantan dari karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab antargenerasi agar lingkungan tetap aman dan layak dihuni.

Penulis: Yusug W
Editor  : Redaksi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Anak Gang Naik Kelas: Inisiatif Di Kelas Pinggir Jakarta Menghimpun Solidaritas Lintas Komunitas

15 September 2026 - 17:10 WIB

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

14 September 2026 - 01:24 WIB

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

14 September 2026 - 00:41 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 17:55 WIB

Tiga Hari Digelar, 24 Masjid di Tangerang Selatan Ikuti Bimtek Pengelolaan Masjid Modern

13 September 2026 - 17:50 WIB

Trending di Banten