Menu

Mode Gelap
Ketika Hijau-Hitam Menjadi Jejak Pengabdian Menuju Dekrafest 2026, Dewi Ansar Pastikan Persiapan Berjalan Optimal PB PII Serukan Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran Beras Fortifikasi dan Perlindungan Konsumen Bersama Wako Lis, PERBARINDO Salurkan Bantuan Pupuk untuk Petani Tanjungpinang Dispora Tanjungpinang Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Atlet Difabel Kejurda Para Tenis Meja Kepri Dibuka, Pemprov dan Pemko Dukung Pembinaan Atlet Difabel

Aceh

Temu Ramah Raja adat Peureulak dengan Tokoh Masyarakat Peureulak

badge-check


					Temu Ramah Raja adat Peureulak dengan Tokoh Masyarakat Peureulak Perbesar

Raja adat Peureulak: segera kita bentuk desa adat binaan

Faktabatamnews.com. Peureulak- Raja Adat Peureulak, Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, menggelar temu ramah bersama para tokoh masyarakat Peureulak sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan dengan unsur masyarakat, adat, dan para sesepuh Peureulak.

Pertemuan tersebut dihadiri para mukim, tokoh adat, mantan Panglima GAM, serta sejumlah sesepuh Peureulak. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membahas upaya pelestarian adat dan sejarah Peureulak.

Raja Adat Peureulak, Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, hadir didampingi Wazirul Mal Kesultanan Peureulak, Teuku Muhammad Redha Al Khalidi, SH.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, pertemuan membahas berbagai hal terkait pelestarian adat, sejarah, serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Peureulak.

Salah satu agenda yang disampaikan adalah rencana membentuk dan melestarikan desa adat sesuai dengan program Majelis Adat Aceh (MAA). Program tersebut nantinya akan dibina di bawah Yayasan Sultan Muhammad Aminsyah dan direncanakan mulai menjalankan berbagai program pada tahun ini.

Program desa adat tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya masyarakat Peureulak, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, menyampaikan bahwa pelestarian adat tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai adat dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Pelestarian adat harus dilakukan secara nyata dan melibatkan masyarakat. Kita ingin nilai-nilai adat dan sejarah Peureulak tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Tgk Popon.

Ia berharap rencana pembentukan desa adat tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga adat, sejarah, dan kebudayaan Peureulak, sekaligus mendukung program-program pelestarian adat yang dikembangkan oleh MAA.

Temu ramah tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para tokoh masyarakat yang hadir turut memberikan dukungan terhadap upaya menjaga silaturahmi, persatuan, serta pelestarian adat dan sejarah Peureulak.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

14 September 2026 - 01:24 WIB

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

14 September 2026 - 00:41 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 17:55 WIB

Tiga Hari Digelar, 24 Masjid di Tangerang Selatan Ikuti Bimtek Pengelolaan Masjid Modern

13 September 2026 - 17:50 WIB

Kawal Pentas Remaja Masjid 2026, Farih Mumtaza Desak Elemen Negeri di Langsa Bersatu!

13 September 2026 - 16:50 WIB

Trending di Aceh