Menu ✖

Mode Gelap
Wagub Kepri Sambut Praktisi Medis Internasional, Kesempatan Bangun Jejaring dari Berbagai Negara UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Konektivitas Pelayaran Tertinggi di Dunia Kejar Target Realisasi Investasi, DPMPTSP Intensifkan Pemantauan LKPM Pelaku Usaha Menengah dan Besar Alokasi Pokir DPRA Capai Rp1 Triliun, GAANAS Minta KPK Lakukan Penelusuran Diseminasi Kekayaan Intelektual dan Komersialisasi Merek Kolektif, Raja Ariza Dorong Perlindungan Potensi Daerah Penanganan Kemiskinan Berkinerja Positif, Pemko Batam Terus Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

Batam

Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam

badge-check


					Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam Perbesar

FaktaBatamNews.com, ‎Batam–Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, diterjang material lumpur dan bebatuan pada Jumat (20/2) malam. Insiden ini diduga kuat akibat aktivitas pemotongan lahan (cut and fill) yang dilakukan oleh PT Jutam di area perbukitan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

‎Berdasarkan informasi di lapangan, material lumpur setinggi lutut orang dewasa masuk hingga ke dalam rumah, merusak perabotan, dan melumpuhkan aktivitas warga. Kejadian yang berlangsung pada malam hari tersebut sempat membuat situasi mencekam, di mana sejumlah penghuni rumah dilaporkan sempat terjebak di dalam genangan lumpur pekat.

‎Hingga Sabtu pagi, warga masih berjibaku membersihkan sisa-sisa tanah kuning yang menyelimuti kediaman mereka. Kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya peralatan rumah tangga yang tidak dapat diselamatkan.
‎
‎Tuntutan Warga Terhadap PT Jutam
‎Ketegangan memuncak saat sejumlah truk milik perusahaan tiba di lokasi. Warga yang tersulut emosi segera menghadang dan menghentikan paksa armada tersebut. Warga menilai PT Jutam tidak menunjukkan iktikad baik karena hanya fokus membersihkan akses jalan bagi kendaraan operasional mereka, sementara rumah warga yang terdampak dibiarkan begitu saja.
‎
‎Ketua RW 07, Siti, menegaskan bahwa warga menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak perusahaan atas kelalaian yang terjadi.
‎
‎”Kami mau pihak perusahaan bertanggung jawab. PT Jutam jangan seenaknya saja, warga kami yang jadi korban! Jika tidak ada solusi konkret, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap armada ini,” ujar Siti dengan nada tinggi di hadapan para pekerja.
‎
‎Aksi protes yang didominasi oleh kaum ibu tersebut sempat memanas hingga terjadi adu mulut antara warga dan pekerja lapangan. Menghindari situasi yang lebih anarkis, jajaran perangkat kelurahan, kecamatan, BPBD, serta aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.
‎
‎Saat ini, pihak kepolisian dan otoritas setempat berupaya memediasi pertemuan antara perwakilan warga dengan manajemen PT Jutam. Warga mengancam akan terus menghentikan seluruh aktivitas perusahaan di lokasi tersebut sampai ada kompensasi dan solusi teknis agar musibah serupa tidak terulang kembali.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Konektivitas Pelayaran Tertinggi di Dunia

29 September 2026 - 21:54 WIB

Penanganan Kemiskinan Berkinerja Positif, Pemko Batam Terus Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

29 September 2026 - 18:40 WIB

Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam

29 September 2026 - 02:51 WIB

Kabar Gembira, Kepri Segera Miliki Kodam XXV Baru, Markas Utama Berlokasi di Batam

28 September 2026 - 22:45 WIB

AMSI Kepri Apresiasi Amsakar Achmad, BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Ekosistem Media

28 September 2026 - 16:40 WIB

Trending di Batam