Menu

Mode Gelap
Ketika Hijau-Hitam Menjadi Jejak Pengabdian Menuju Dekrafest 2026, Dewi Ansar Pastikan Persiapan Berjalan Optimal PB PII Serukan Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran Beras Fortifikasi dan Perlindungan Konsumen Bersama Wako Lis, PERBARINDO Salurkan Bantuan Pupuk untuk Petani Tanjungpinang Dispora Tanjungpinang Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Atlet Difabel Kejurda Para Tenis Meja Kepri Dibuka, Pemprov dan Pemko Dukung Pembinaan Atlet Difabel

Kepri

Natuna Maju Natuna Milik Kita Bersama Bukan untuk ‘Si Abal-abal’

badge-check


					Natuna Maju Natuna Milik Kita Bersama Bukan untuk ‘Si Abal-abal’ Perbesar

FaktaBatamNews.com, Natuna-Jumat tanggal 20 Februari 2026, genap setahun kepemimpinan Cen Sui Lan menjabat Bupati Natuna periode 2025-2030, bersama Jarmin Sidik sebagai Wakil Bupati Natuna. Kini, duet Cen Sui Lan dan Jarmin Sidik mengusung jargon Natuna Maju, Natuna Milik Kita Bersama. Namun, jargon tersebut bukan untuk “Si Abal-abal’.

Memimpin Natuna, bagi Cen Sui Lan dan Jarmin Sikdi bukan cuma soal membangun jalan atau jembatan. Warisan paling berat bagi pemerintahan baru ini adalah ekspektasi masyarakat. Publik ingin melihat perubahan nyata. Terutama soal bagaimana uang rakyat (APBD) dikelola, apakah buat ‘kita-kita saja’ atau benar-benar untuk semua?

Memasuki tahun kedua, Cen Sui Lan dan Jarmin Sidik mengusung slogan atau jargon “Natuna Maju, Natuna Milik Kita Bersama”. Jargon tersebut sudah berkembang dan diketahui sebagian masyarakat Natuna. Awalnya mungkin terasa seperti janji politik biasa. Tapi pelan-pelan, jargon Cen Sui Lan dan Jarmin Sidik itu mulai melihat arahnya. Ada pesan tegas di sana. Yakni pembangunan tak boleh cuma memanjakan kelompok tertentu.

Perubahan budaya birokrasi yang tadinya mungkin agak “santai” atau tertutup, kini mulai dipaksa jadi lebih profesional dan tertib administrasi. Ini misi untuk melakukan reformasi birokrasi, guna mencapai clean government and good governance. Yaitu, konsep tata kelola pemerintahan yang bersih atau bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Serta pemerintahan yang baik efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Tentu saja, merapikan administrasi dan memperketat aturan itu tidak pernah populer di mata semua orang. Pasti ada yang merasa terganggu karena “zona nyaman” nya terusik. Resistensi atau penolakan itu wajar dalam proses perbaikan.

Tapi bagi warga kebanyakan, langkah pemerintah untuk lebih terbuka soal anggaran. Termasuk berani menghadapi audit lembaga negara adalah sinyal positif. Ini bukan soal mencari-cari kesalahan masa lalu. Tapi soal membereskan rumah sendiri supaya ke depannya tidak ada lagi kebocoran.

“Tahun 2026 ini, duet Bu Cen Sui Lan dan Pak Jarmin Sidik mengusung jargon Natuna Maju, Natuna Milik Kita Bersama. Namun, jargon tersebut bukan untuk si abal-abal,” ujar seorang sumber tim pemenangan Cen Sui Lan dan Jarmin Sidik.

Si abal-abal yang dimaksud, seperti contohnya jika oknum wartawan abal-abal ingin masuk gerbong Natuna Maju, Natuna Milik Kita Bersama, mereka harus mempersiapkan anak-anak mereka sebagai estafet untuk melanjutkan kehidupan. Jika tidak, mereka akan digilas kemajuan Natuna. Termasuk para ASN yang terus bermain di “zona nyaman”.

Sebab, sejak 20 Februari 2025 lalu, sejak dana bancakan untuk oknum-oknum wartawan abal-abal digelontorkan oknum-oknum pimpinan OPD terkait, pada saat Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wabup Natuna Jarmin Sidik dilantik di Istana Negara, tanpa izin dan persetujuan Bupati dan Wakil Bupati yang pada hari itu dilantik, justru dicairkan.

Pada saat jam yang sama, para oknum pejabat terkait dan oknum wartawan abal-abal berpesta pora mencairkan anggaran sebesar Rp868 jutaan, untuk wartawan abal-abal dan media abal-abal juga masuk di dalam waktu yang sama, Rp16,5 miliar kas Pemkab Natuna mengalir kepada rekening-rekening yang juga perusahaan abal-abal.

Padahal, masyarakat kecil dan kalangan bawah pada menjerit kesusahan ekonomi. Di saat itu lah para “perusak” Natuna “berpesta pora”. Itu dilaksanakan oleh mereka yang menamakan dirinya para penikmat APBD, yang 4 tahun belakangan menjadi bancakan. Sejak 21 Februari 2025, semua yang abal-abal di Natuna, tidak diberi ruang lagi. Dan sejak saat itu, kalau tidak ingin berubah mereka akan digilas oleh gelombang kemajuan Natuna bersama “pilot baru” Cen Sui Lan dan Jarmin Sidik.

“Ke depan, dengan jargon Natuna Maju Natuna Milik Kita Bersama, Bu Cen Sui Lan akan terus melakukan reformasi birokrasi,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menuju Dekrafest 2026, Dewi Ansar Pastikan Persiapan Berjalan Optimal

17 September 2026 - 18:53 WIB

Orientasi 3.481 PPPK Kepri Dimulai, Sekdaprov: PPPK Jadi Tulang Punggung Pemerintahan

16 September 2026 - 23:45 WIB

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen

16 September 2026 - 23:29 WIB

Wagub Nyanyang Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD Kepri 2026, PAD Naik Rp82,18 Miliar

16 September 2026 - 23:25 WIB

Perangkat Daerah Pemprov Kepri Didorong Percepat Pengaduan melalui SP4N-LAPOR

16 September 2026 - 09:17 WIB

Trending di Kepri