Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri Salurkan 500 Paket Sembako, Perkuat Kesejahteraan Sosial di Tanjungpinang Diskominfo Kepri Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, SIGAJIAN Resmi Terintegrasi Tanda Tangan Elektronik Panglima TNI Kunjungi Kepri, Amsakar Sambut di Batam Sebelum Bertolak ke Lingga Lantik Pengurus IPMB, Li Claudia Ajak Pendeta Jaga Kerukunan Umat Beragama Wali Kota Lis Tegaskan, Kuliner Kudapan Khas Melayu Harus Dihidangkan di Setiap Kegiatan Pemerintah Wali Kota Lis: Kartu Bima Sakti Permudah Akses Bantuan Warga Tanjungpinang

Kepri

Mendagri Tito Pimpin Rakor Inflasi di Tanjungpinang, Ekonomi Kepri Tumbuh 7,89 Persen di Atas Nasional

badge-check


					Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah. Perbesar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah.

FaktaBatamNews.com, Tanjungpinang-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Senin, 9 Maret 2026 sore.

Rakor ini dirangkaikan dengan pembahasan kesiapsiagaan daerah menghadapi arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah serta evaluasi kebijakan penyediaan 3 juta rumah.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti turut mendampingi Mendagri dalam rakor yang dihadiri para bupati dan wali kota se-Kepri tersebut.

Dalam arahannya, Mendagri Tito mengungkapkan bahwa inflasi nasional tahunan (year on year) per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka ini naik dibandingkan periode Desember–Januari yang berada di kisaran 3,55 persen. Padahal, target pemerintah berada di kisaran 2,5 persen ±1 persen.

Secara teoretis, angka 3,5 persen masih tergolong ringan. Namun, dampaknya kini mulai terasa, terutama bagi masyarakat kelompok ekonomi bawah.

“Sumbangsi utama inflasi secara tahunan berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 16,66 persen. Ini termasuk kenaikan harga emas yang dipengaruhi situasi global,” jelas Tito.

Meski inflasi nasional sedikit di atas target, Tito menilai kondisi di Kepulauan Riau masih sangat baik. Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kepri tercatat rendah, yakni 0,7 persen, dengan inflasi tahunan sebesar 3,54 persen.

“Inflasi Kepri masih terkendali. Emas perhiasan dan angkutan udara menjadi penyumbang utama, tapi secara umum aman,” ujarnya.

Yang paling menonjol, menurut Tito, adalah pertumbuhan ekonomi Kepri. Pada triwulan IV 2025, ekonomi Kepri tumbuh 7,89 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 5,39 persen.

“Hampir seluruh kabupaten dan kota di Kepri tumbuh di atas nasional. Ini prestasi luar biasa,” tambahnya.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengonfirmasi hal tersebut, Ia menyebut tren positif ekonomi Kepri sudah terlihat sejak kuartal II hingga IV 2025. Amalia mengucapkan selamat kepada Gubernur Ansar karena lima kabupaten/kota di Kepri mampu tumbuh di atas rata-rata nasional.

Meski ekonomi tumbuh positif, Mendagri mengingatkan ada pekerjaan rumah yang masih harus didorong. Realisasi belanja daerah Provinsi Kepri baru mencapai 4,45 persen hingga 6 Maret 2026. Sementara pendapatan daerah sudah terealisasi 16,97 persen.

“Belanja harus lebih digenjot agar lebih optimal,” tegas Tito.

Menjelang Idul Fitri, Tito meminta seluruh kepala daerah bersiap mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat. Arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada 16 Maret 2026 seiring kebijakan Work From Anywhere (WFA), sedangkan arus balik diprediksi pada 27 Maret 2026.
“Kepala daerah harus memastikan stabilitas harga, kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan ibadah. Sinergi dengan Forkopimda sangat penting,” pesannya.

Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Ansar Ahmad menyatakan rasa syukur atas capaian ekonomi Kepri yang positif. Ia menegaskan capaian itu berkat kerja sama semua pihak.

“Kita bersyukur inflasi masih terkendali dan ekonomi kita tumbuh di atas nasional. Ini bukti kebijakan yang dijalankan mulai berdampak positif. Ke depan, sinergi akan terus diperkuat agar stabilitas harga terjaga dan masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman serta lancar,” pungkas Ansar

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Salurkan 500 Paket Sembako, Perkuat Kesejahteraan Sosial di Tanjungpinang

4 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Diskominfo Kepri Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, SIGAJIAN Resmi Terintegrasi Tanda Tangan Elektronik

4 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Wali Kota Lis Tegaskan, Kuliner Kudapan Khas Melayu Harus Dihidangkan di Setiap Kegiatan Pemerintah

4 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Wali Kota Lis: Kartu Bima Sakti Permudah Akses Bantuan Warga Tanjungpinang

4 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Kepri Alokasikan 1.820 Paket Sembako untuk Warga Tanjungpinang

4 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Trending di Tanjungpinang