Menu ✖

Mode Gelap
Tutup Festival PKRM 2026, Ketua PRIMA DMI Langsa Dorong Pemerintah Beri Perhatian Lebih besar kepada Remaja Masjid Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Amsakar Dorong Promosi Produk UMKM Batam Dasco: Buruh dan Pengusaha Masih Berbeda Pandangan, DPR Kejar RUU Ketenagakerjaan hingga Oktober ISMI Kepri 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Misni Minta Amanah Dijalankan untuk Kemajuan Daerah Kasus Penipuan Proyek Fiktif Makan Bergizi: Etika Mulia Sari Resmi Ditahan di Padang Minggu Besok, Pemko Tanjungpinang Gelar Operasi Pasar Murah, Ayam Dijual Rp35 Ribu

Batam

Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndiHome

badge-check


					Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndiHome Perbesar

FaktaBatamNews.Com. Batam-Akibat layanan internet yang sering mengalami gangguan dan minimnya respon perbaikan, Yusril Koto, seorang pengusaha di Batam, memutuskan untuk berhenti berlangganan layanan internet IndiHome. Kekecewaan ini memuncak saat Yusril mendatangi kantor GraPARI Telkomsel di Nagoya Hill, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (19/3/2026).

Yusril mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi pelanggan setia selama tujuh tahun dengan biaya langganan sebesar Rp450 ribu per bulan. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kualitas jaringan menurun drastis. Meski sudah berulang kali mengajukan komplain, teknisi yang dijanjikan tidak kunjung datang untuk melakukan perbaikan.

“Sudah tujuh tahun saya berlangganan, tapi belakangan ini jaringan sering gangguan. Sudah dikomplain berkali-kali, tapi teknisi tidak juga datang,” ujar Yusril dengan nada kecewa.

Gangguan internet tersebut berdampak langsung pada kelangsungan bisnisnya di Kadai Kopi Datuak yang berlokasi di Ruko Grand BSI Blok A2 No. 7, Batam Center. Menurutnya, konsumen merasa tidak nyaman karena fasilitas Wi-Fi yang disediakan tidak dapat digunakan dengan baik. Hal inilah yang membulatkan tekadnya untuk memutus kontrak langganan.

Sebagai bentuk itikad baik, Yusril mendatangi GraPARI untuk mengembalikan perangkat modem milik perusahaan. Namun, ia menyayangkan sikap petugas yang dinilai tidak profesional. Saat Yusril meminta besok (20/3) ia lakukan pembayaran tagihan sisa pemakaian hingga tanggal 19 Maret 2026, petugas bernama Iman justru menolak.

Ironisnya, perangkat modem yang dikembalikan tersebut diletakkan begitu saja oleh Iman di luar depan kantor GraPARI Nagoya Hill dengan sikap yang kurang ramah. Kejadian ini menambah daftar panjang kekecewaan Yusril terhadap layanan purna jual perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Amsakar Dorong Promosi Produk UMKM Batam

27 September 2026 - 11:55 WIB

Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, Amsakar Dorong Metode Mengajar Lebih Kreatif

26 September 2026 - 15:02 WIB

BP Batam dan PLN Siapkan Strategi Energi Hadapi Lonjakan Investasi Data Center

26 September 2026 - 12:26 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 13:52 WIB

Jaga Air Waduk untuk Masyarakat, Batam Siapkan Solusi Kebutuhan Air Data Center lewat SWRO

25 September 2026 - 13:07 WIB

Trending di Batam