oleh

Kepri Siap Menjadi Beranda Investasi Indonesia, Gubernur Ansar Paparkan Potensi KPBPB di Metro TV

-Kepri-6 Dilihat

Faktabatamnews.com. Kepri-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026), membahas pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan dan Karimun sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus magnet investasi di wilayah perbatasan Indonesia.

Dalam dialog bertajuk “Tangan Dingin dalam Membangun Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Karimun di Perbatasan Indonesia”, Gubernur Ansar yang juga Ketua Dewan Kawasan KPBPB Bintan dan Karimun memaparkan berbagai strategi percepatan pengembangan kawasan, mulai dari penguatan iklim investasi, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga optimalisasi posisi strategis Kepri di jalur perdagangan dunia.

banner 400x130

Ansar menegaskan KPBPB Bintan dan Karimun dirancang sebagai ekosistem pro-bisnis yang mampu menarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“KPBPB Bintan dan Karimun kita siapkan sebagai kawasan yang ramah investasi, dengan berbagai kemudahan mulai dari insentif fiskal, percepatan perizinan, hingga dukungan infrastruktur yang memadai agar investor merasa nyaman dan yakin menanamkan modalnya di Kepri,” ujar Ansar.

Keunggulan utama kawasan ini terletak pada insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan layanan investasi melalui Badan Pengusahaan dan sistem OSS, serta dukungan kawasan industri, maritim, dan pariwisata yang terus berkembang.

Selain itu, posisi geografis Kepri di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, menjadi keunggulan strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kepulauan Riau berada di titik strategis jalur perdagangan global. Ini bukan sekadar keunggulan geografis, tetapi peluang ekonomi besar yang harus kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Ansar.

Dalam pengembangan kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong kawasan ini menjadi hub logistik internasional yang mampu meningkatkan nilai investasi, arus barang dan penumpang, serta kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data terkini, realisasi investasi kawasan BBK menunjukkan tren positif, dengan total investasi mencapai 4,67 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,38 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kepulauan Riau.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terus tumbuh. Namun kita tidak boleh berpuas diri, karena potensi Bintan dan Karimun masih sangat besar untuk dikembangkan,” kata Ansar.

Penguatan KPBPB juga didukung hadirnya berbagai regulasi nasional, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK, serta sejumlah kawasan strategis yang telah ditetapkan di Bintan dan Karimun.

Menurut Ansar, keberhasilan pengembangan KPBPB sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kunci keberhasilan kawasan ini adalah kolaborasi. Jika pemerintah pusat, daerah, badan pengusahaan dan seluruh stakeholder bergerak dalam satu visi, saya yakin Bintan dan Karimun akan menjadi kawasan investasi kelas dunia,” tegasnya.

Ansar juga menekankan bahwa pembangunan KPBPB bukan hanya untuk Kepulauan Riau, tetapi bagian dari penguatan daya saing Indonesia di kawasan regional dan global.

“Kepri adalah beranda depan Indonesia. Apa yang kita bangun di sini bukan hanya untuk daerah, tetapi juga untuk kepentingan bangsa dan negara,” tutup Ansar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *