Menu ✖

Mode Gelap
Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan Bupati Aneng Sebut Kepri Terang Sentuh 14.340 Rumah Tangga Dalam Hari Jadi Kepri ke-24 APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar MK Jadwalkan Sidang Sengketa Ijazah SMA Gibran Rakabuming Lestarikan Warisan Melayu, Yoni Fadri Apresiasi Kemah Budaya Pulau Penyengat 2026 Yusril Persilahkan Media Cek Belasan Ruang Bak Apartemen di Lapas Cibinong

Kepri

Kepri Siap Menjadi Beranda Investasi Indonesia, Gubernur Ansar Paparkan Potensi KPBPB di Metro TV

badge-check


					Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026). (Tangkap layar siaran Selamat Pagi Indonesia Metro TV) Perbesar

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026). (Tangkap layar siaran Selamat Pagi Indonesia Metro TV)

Faktabatamnews.com. Kepri-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026), membahas pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan dan Karimun sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus magnet investasi di wilayah perbatasan Indonesia.

Dalam dialog bertajuk “Tangan Dingin dalam Membangun Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Karimun di Perbatasan Indonesia”, Gubernur Ansar yang juga Ketua Dewan Kawasan KPBPB Bintan dan Karimun memaparkan berbagai strategi percepatan pengembangan kawasan, mulai dari penguatan iklim investasi, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga optimalisasi posisi strategis Kepri di jalur perdagangan dunia.

Ansar menegaskan KPBPB Bintan dan Karimun dirancang sebagai ekosistem pro-bisnis yang mampu menarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“KPBPB Bintan dan Karimun kita siapkan sebagai kawasan yang ramah investasi, dengan berbagai kemudahan mulai dari insentif fiskal, percepatan perizinan, hingga dukungan infrastruktur yang memadai agar investor merasa nyaman dan yakin menanamkan modalnya di Kepri,” ujar Ansar.

Keunggulan utama kawasan ini terletak pada insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan layanan investasi melalui Badan Pengusahaan dan sistem OSS, serta dukungan kawasan industri, maritim, dan pariwisata yang terus berkembang.

Selain itu, posisi geografis Kepri di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, menjadi keunggulan strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kepulauan Riau berada di titik strategis jalur perdagangan global. Ini bukan sekadar keunggulan geografis, tetapi peluang ekonomi besar yang harus kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Ansar.

Dalam pengembangan kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong kawasan ini menjadi hub logistik internasional yang mampu meningkatkan nilai investasi, arus barang dan penumpang, serta kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data terkini, realisasi investasi kawasan BBK menunjukkan tren positif, dengan total investasi mencapai 4,67 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,38 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kepulauan Riau.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terus tumbuh. Namun kita tidak boleh berpuas diri, karena potensi Bintan dan Karimun masih sangat besar untuk dikembangkan,” kata Ansar.

Penguatan KPBPB juga didukung hadirnya berbagai regulasi nasional, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK, serta sejumlah kawasan strategis yang telah ditetapkan di Bintan dan Karimun.

Menurut Ansar, keberhasilan pengembangan KPBPB sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kunci keberhasilan kawasan ini adalah kolaborasi. Jika pemerintah pusat, daerah, badan pengusahaan dan seluruh stakeholder bergerak dalam satu visi, saya yakin Bintan dan Karimun akan menjadi kawasan investasi kelas dunia,” tegasnya.

Ansar juga menekankan bahwa pembangunan KPBPB bukan hanya untuk Kepulauan Riau, tetapi bagian dari penguatan daya saing Indonesia di kawasan regional dan global.

“Kepri adalah beranda depan Indonesia. Apa yang kita bangun di sini bukan hanya untuk daerah, tetapi juga untuk kepentingan bangsa dan negara,” tutup Ansar.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Mendagri: Mengenalkan Sejarah Asal Bahasa Indonesia

25 September 2026 - 10:32 WIB

24 Tahun Kepri, Gubernur Ansar Tegaskan Semangat Bersama Menuju Kepri Maju Berkelanjutan Bertumpu pada Kekuatan Sejarah dan Budaya

24 September 2026 - 15:39 WIB

Ziarah Hari Jadi Ke-24 Kepri, Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang Kenang Jasa Para Pejuang, Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

24 September 2026 - 15:30 WIB

Jelang Groundbreaking Museum Bahasa, Gubernur Ansar Ziarah ke Makam Raja Ali Haji

24 September 2026 - 15:25 WIB

Gubernur Ansar Ahmad: Museum dan Monumen Tugu Bahasa Adalah Upaya Memperkuat Sejarah Melayu

24 September 2026 - 00:43 WIB

Trending di Kepri