Faktabatamnews.com. Pekanbaru-Memasuki usia ke-242 tahun pada 23 Juni 2026, Kota Pekanbaru terus menunjukkan dirinya sebagai kota yang tumbuh dinamis, maju, dan semakin berdaya saing. Perjalanan panjang sejak berdiri pada tahun 1784 telah menempa ibu kota Provinsi Riau ini menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, hingga kebudayaan yang memiliki peran strategis di Pulau Sumatera.
Momentum Hari Jadi ke-242 tahun ini mengusung tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi” dengan tagline “Pekanbaru KolaborAksi”. Tema tersebut bukan sekadar slogan perayaan, melainkan representasi semangat bersama dalam membangun kota yang lebih baik melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah Kota Pekanbaru meyakini bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius, berbagai program pembangunan mulai menunjukkan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Meski masa kepemimpinan keduanya baru berjalan sekitar satu tahun empat bulan, sejumlah capaian penting berhasil diwujudkan di berbagai sektor strategis.
Salah satu indikator yang mencerminkan kemajuan tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru yang terus bergerak positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru mencapai sekitar 7,91 persen, melampaui rata-rata nasional.

Angka ini menunjukkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi masyarakat yang ditopang oleh meningkatnya investasi, konsumsi rumah tangga, serta geliat sektor perdagangan dan jasa.
Kemajuan ekonomi tersebut turut berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, serta penyederhanaan perizinan, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil meningkatkan PAD dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun.Pencapaian ini menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan yang efektif mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan.
Komitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat juga diwujudkan melalui penurunan tarif parkir. Melalui Peraturan Wali Kota Nomor 2 Tahun 2025, tarif parkir kendaraan roda dua ditetapkan sebesar Rp1.000 dan kendaraan roda empat Rp2.000 untuk sekali parkir.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena membantu menekan pengeluaran harian sekaligus menciptakan sistem parkir yang lebih tertib.
Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kota Pekanbaru terus fokus memperbaiki kualitas fasilitas dasar perkotaan. Perbaikan jalan rusak, pembangunan jalan mantap, penataan drainase, serta penanganan titik-titik banjir dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Hingga pertengahan tahun 2026, pemeliharaan jalan lingkungan telah dilaksanakan sepanjang 7.000 meter. Selain itu, kegiatan gotong royong dan pembersihan drainase dilakukan di seluruh 15 kecamatan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan kota besar juga mendapat perhatian serius. Pemerintah Kota Pekanbaru membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh kelurahan guna memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui program tersebut, pengangkutan sampah rumah tangga dilakukan setiap hari sehingga mampu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan warga. Gerakan memilah sampah dari sumber juga terus digalakkan sebagai bagian dari visi Green City yang sedang dibangun.
Tidak hanya itu, aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga non-ASN turut dilibatkan sebagai contoh dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.
Komitmen terhadap pembangunan berwawasan lingkungan juga diwujudkan melalui uji coba operasional bus listrik. Kehadiran moda transportasi ramah lingkungan tersebut menjadi langkah awal menuju sistem transportasi perkotaan yang modern, efisien, dan rendah emisi.
Di saat yang sama, Pemerintah Kota Pekanbaru juga meluncurkan program transportasi gratis bagi pelajar. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena mampu membantu mengurangi beban biaya transportasi keluarga sekaligus mendorong penggunaan angkutan umum sejak usia dini.
Pada sektor ekonomi kerakyatan, berbagai program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperkuat. Mulai dari subsidi bunga pinjaman, bantuan usaha produktif, hingga penciptaan wirausaha baru dilakukan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Program-program tersebut tidak hanya membantu pertumbuhan usaha masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan Kota Pekanbaru yang kini berada di kisaran 3,1 persen.
Sementara itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi luas adalah kehadiran Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Aman, dan Nyaman) yang diinisiasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru.
Melalui layanan jemput bola ini, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan secara lebih mudah tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil. Kehadiran Mobil AMAN menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara cepat, mudah, dan inklusif.
Semangat KolaborAksi semakin terasa dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Sebanyak 48 kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan momentum bersejarah tersebut dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Beragam kegiatan sosial, pelayanan publik, olahraga, ekonomi kreatif, hingga pelestarian budaya dihadirkan untuk memberikan manfaat langsung kepada warga. Di antaranya penghapusan denda pajak daerah hingga 31 Agustus 2026, pemasangan instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu, sunatan massal gratis, layanan kesehatan, serta berbagai program sosial lainnya.
Masyarakat juga dapat menikmati layanan Bus Trans Metro Pekanbaru gratis selama tiga hari, fasilitas parkir gratis di sejumlah titik, serta beragam promosi produk UMKM lokal yang turut meramaikan perayaan hari jadi kota.
Puncak kemeriahan HUT ke-242 Pekanbaru ditandai dengan penyelenggaraan Festival Kue Talam Ketan Durian sepanjang satu kilometer. Festival yang melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat tersebut sukses menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Lebih dari sekadar perayaan kuliner, festival ini menjadi simbol kuat pelestarian budaya Melayu yang terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi kota. Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menjadikan festival tersebut sebagai salah satu perhelatan Hari Jadi Pekanbaru paling sukses dalam beberapa tahun terakhir.
Prestasi tersebut semakin membanggakan setelah festival berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Sajian Kue Talam Ketan Durian Terpanjang. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu melahirkan karya besar yang tidak hanya mengangkat potensi daerah, tetapi juga memperkuat identitas budaya Melayu di tingkat nasional.
Di usia ke-242 tahun, Pekanbaru terus melangkah maju dengan optimisme dan semangat kebersamaan. Melalui KolaborAksi, pembangunan tidak lagi menjadi tugas pemerintah semata, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Pekanbaru optimistis mampu mewujudkan cita-cita menjadi kota yang maju, berdaya saing, berbudaya, nyaman dihuni, serta sejahtera bagi seluruh masyarakatnya. (Red)











