Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Ustaz Abdul Somad (UAS) mengisi Tanjungpinang Bermunajat sempena Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Kamis (25/6) malam.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum bermuhasabah sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Ansar bersyukur dapat kembali bersilaturahmi dengan UAS dan masyarakat. Ia berharap munajat bersama membawa keberkahan sehingga setiap pergantian tahun Hijriah menjadi awal yang lebih baik.
“Semoga setiap pergantian tahun Hijriah membawa kebaikan bagi kita semua pada masa yang akan datang. Mari kita jadikan pergantian tahun sebagai ajang bermuhasabah dan memperbaiki diri agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan, kebersamaan, dan moderasi beragama. Menurutnya, keharmonisan di tengah keberagaman menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan itu, Ansar memastikan berbagai program keumatan Pemprov Kepri tetap berlanjut. Program tersebut meliputi penempatan 50 ustaz di pulau-pulau terpencil, bantuan kepada lebih dari 13 ribu guru agama non-ASN, serta dukungan bagi 334 masjid, musala, yayasan, dan lembaga keagamaan.
“Walaupun APBD berfluktuasi, sebisa mungkin bantuan ini tetap kita lanjutkan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang selama ini membina umat di Kepri,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengapresiasi penyelenggaraan Tanjungpinang Bermunajat yang dinilainya menghadirkan suasana penuh ketenangan bagi masyarakat.
“Melalui bermunajat ini kita memohon kepada Allah SWT agar negeri ini tetap menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dan senantiasa diberikan keberkahan bagi masyarakat,” ujar Lis.
Menurut Lis, tausiyah yang disampaikan Ustaz Abdul Somad juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa bersabar dan selalu mengingat Allah SWT.
“Tadi kita sudah mendengar tausiyah yang penuh dengan pesan kesabaran dan mengingatkan kita untuk selalu mengingat Allah SWT,” kata Lis.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa munajat merupakan doa yang dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati kepada Allah SWT. Menurutnya, ketika seseorang tidak memiliki tempat untuk mengadu, bermunajat menjadi jalan terbaik karena setiap doa akan didengar dan diaminkan oleh para malaikat.
UAS juga mengajak umat Islam membersihkan hati, memperbanyak sedekah, zikir, dan shalawat agar hati tetap tenang dalam menghadapi setiap ketetapan Allah SWT.
“Yang lebih berat adalah menerima ketetapan Allah SWT. Maka lapangkan hati, berserah diri kepada Allah SWT. Perbanyak shalawat dan zikir sehingga hati dan pikiran akan selalu tenang dan bahagia,” ujar UAS.
Sumber: MC BP Batam
Redaksi: Adhyca HW











