Menu

Mode Gelap
Kepri Darurat Moral dan Kesehatan: DPD IMM Kepri Desak Perda Khusus Cegah Ledakan LGBT dan Kasus HIV Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon Indomaret Grand Opening pada 19 Juni, Wali Kota Lis Diagendakan Hadir saat Peresmian Hadiri Pencanangan SE2026, Raja Ariza Ajak Warga Tanjungpinang Dukung Pendataan Ekonomi Wali Kota Lis Dorong ASN Jadikan Disiplin dan Integritas Sebagai Budaya Kerja Pelaku Usaha hingga Digital Akan Didata dalam Sensus Ekonomi 2026

Dunia

Kim Jong Un Terpilih Kembali Jadi Presiden Korea Utara

badge-check


					Kim Jong Un Terpilih Kembali Jadi Presiden Korea Utara Perbesar

FaktaBatamNews.Com. Pyongyang-Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali terpilih sebagai Presiden Urusan Negara (President of State Affairs) setelah Majelis Rakyat Tertinggi atau Supreme People’s Assembly (SPA) menggelar sidang pertamanya untuk masa jabatan ke-15, Minggu (22/3/2026). Pengumuman tersebut disampaikan oleh kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA).

Dalam laporannya, KCNA menyebut pemilihan kembali Kim sebagai bentuk “kehendak bulat dan keinginan seluruh rakyat Korea”. Jabatan Presiden Urusan Negara merupakan posisi tertinggi dalam struktur kekuasaan di Korea Utara, sekaligus memimpin State Affairs Commission sebagai badan pengambil kebijakan utama negara.

Kim Jong Un, yang merupakan generasi ketiga dari dinasti penguasa Korea Utara, telah memimpin negara tersebut sejak 2011, menggantikan ayahnya, Kim Jong Il. Ia juga merupakan cucu dari pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, yang mendirikan negara itu pada 1948.

Namun demikian, sejumlah pengamat menilai proses pemilihan di Korea Utara bersifat simbolis dan telah ditentukan sebelumnya. Analis dari Korea Institute for Defense Analyses, Lee Ho-ryung, menyebut pemilu tersebut sebagai “acara yang sangat terorkestrasi dengan hasil yang sudah dapat dipastikan”.

“Sepanjang pemerintahan generasi ketiga, Korea Utara kerap menggelar acara semacam ini untuk menunjukkan prosedur formal guna memperoleh legitimasi politik, meskipun tidak ada yang benar-benar mengharapkan hasil berbeda,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 687 deputi telah dipilih untuk duduk di SPA melalui mekanisme pemungutan suara dengan kandidat tunggal yang diajukan oleh partai berkuasa. Menurut KCNA, hasilnya menunjukkan tingkat persetujuan mencapai 99,93 persen dengan partisipasi pemilih sebesar 99,99 persen.

Sidang SPA kali ini juga diperkirakan akan membahas kemungkinan amandemen konstitusi, termasuk penguatan posisi Korea Selatan sebagai “negara musuh”. Analis lain, Hong Min dari Korea Institute for National Unification, menyatakan bahwa bahasa yang digunakan Kim dalam pidatonya akan menjadi indikator penting arah kebijakan terhadap Seoul.

“Perubahan istilah dari ‘persatuan nasional’ menjadi ekspresi yang lebih agresif seperti ‘penguasaan wilayah’ dapat mencerminkan kerangka ideologis baru dalam hubungan antar-Korea,” kata Hong Min.

Sidang ini berlangsung setelah pertemuan lima tahunan Partai Buruh Korea yang digelar bulan lalu, yang turut menegaskan arah kebijakan politik dan strategis negara tersebut ke depan

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 17:31 WIB

Sensus Ekonomi 2026: Bupati Karimun Iskandarsyah Jadikan Data Akurat Fondasi Utama Strategi Ekonomi Daerah

17 Juni 2026 - 06:42 WIB

Semarak Pawai Obor 1 Muharam 1448 H, Bupati Karimun Dorong Masjid Kembali Jadi Pusat Peradaban

17 Juni 2026 - 05:00 WIB

Bupati Nizar Hadir di Tengah Korban Puting Beliung Tanjung Kelit, Bukti Kepedulian Tak Selalu Diukur Angka

17 Juni 2026 - 02:34 WIB

Bank Sentral Indonesia & China Sepakati Teken Sejarah Tanpa Bergantung Dolar Amerika

13 Juni 2026 - 03:02 WIB

Trending di Dunia