Menu

Mode Gelap
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps Kepala BP Batam: Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera Tutup Orientasi Mabigus, Wawako Raja Ariza Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter Deadlock Mediasi 28 Juli 2026, Masyarakat Mesuji Lanjutkan Reklaming Lahan di Blok O:40, 41, 42 Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM

Dunia

Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi

badge-check


					Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi Perbesar

FaktaBatamNews.com, Washington DC-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa sebanyak 8.000 personel Indonesia yang akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) tidak akan menjalankan operasi militer ofensif. Ia memastikan pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun agenda demiliterisasi di wilayah penugasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington D.C. Ia menekankan bahwa partisipasi Indonesia semata-mata didasarkan pada mandat internasional yang berorientasi pada stabilisasi dan perlindungan masyarakat sipil.

Menurutnya, keberadaan pasukan Indonesia di Jalur Gaza difokuskan pada misi penjagaan perdamaian. Tugas utama yang diemban adalah memastikan situasi tetap kondusif serta membantu menjamin keselamatan warga sipil di tengah kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Sugiono juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan batasan khusus atau national caveat bagi personel Tentara Nasional Indonesia yang terlibat. Dengan ketentuan tersebut, prajurit Indonesia tidak diperkenankan melakukan tindakan tempur agresif di luar mandat perlindungan dan stabilisasi.

Selain menjalankan fungsi pengamanan, pasukan Indonesia akan berperan dalam mendukung upaya kemanusiaan serta koordinasi perlindungan warga sipil dari berbagai pihak. Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan ini tidak memiliki kaitan dengan perubahan sikap politik luar negeri Indonesia terhadap Israel.

Lebih lanjut, Indonesia juga memperoleh posisi strategis dalam struktur komando ISF, termasuk penunjukan perwakilan pada jajaran pimpinan operasional. Pemerintah memandang kepercayaan tersebut sebagai pengakuan atas profesionalisme dan pengalaman panjang Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian internasional.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Tegaskan Dukungan terhadap Program Kementerian Pertanian, Siap Bersinergi Berantas Mafia Pangan

2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

DPP GEMURA Soroti Kemunculan “Kabinet Bayangan”, Desak Transparansi: “Kabinet Bayangan atau Kabinet Bayaran?”

1 Agustus 2026 - 23:01 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

1 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Peringati Hari Lahir ke-62, Ketua PII Wati: Teguhkan Semangat Perempuan Berdaya dan Berkarya

31 Juli 2026 - 18:32 WIB

Serukan Persatuan Nasional, Sekretaris Jenderal PB PII: Boleh Berbeda Asal Tetap Bersatu

30 Juli 2026 - 13:21 WIB

Trending di Nasional