Menu ✖

Mode Gelap
Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam Kabar Gembira, Kepri Segera Miliki Kodam XXV Baru, Markas Utama Berlokasi di Batam Lestarikan Kearifan Lokal, Gubernur Banten Andra Soni Serap Aspirasi Nelayan di Tasyakuran Laut Sidamukti Dukung Penguatan Ekosistem Media Siber, Gubernur Ansar dan Sekda Misni Terima Penghargaan AMSI Kepri AMSI Kepri Apresiasi Amsakar Achmad, BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Ekosistem Media Gelar Operasi Pasar Murah, Pemko Tanjungpinang Tekan Harga Ayam Potong

Internasional

Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi

badge-check


					Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi Perbesar

FaktaBatamNews.com, Washington DC-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa sebanyak 8.000 personel Indonesia yang akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) tidak akan menjalankan operasi militer ofensif. Ia memastikan pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun agenda demiliterisasi di wilayah penugasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington D.C. Ia menekankan bahwa partisipasi Indonesia semata-mata didasarkan pada mandat internasional yang berorientasi pada stabilisasi dan perlindungan masyarakat sipil.

Menurutnya, keberadaan pasukan Indonesia di Jalur Gaza difokuskan pada misi penjagaan perdamaian. Tugas utama yang diemban adalah memastikan situasi tetap kondusif serta membantu menjamin keselamatan warga sipil di tengah kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Sugiono juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan batasan khusus atau national caveat bagi personel Tentara Nasional Indonesia yang terlibat. Dengan ketentuan tersebut, prajurit Indonesia tidak diperkenankan melakukan tindakan tempur agresif di luar mandat perlindungan dan stabilisasi.

Selain menjalankan fungsi pengamanan, pasukan Indonesia akan berperan dalam mendukung upaya kemanusiaan serta koordinasi perlindungan warga sipil dari berbagai pihak. Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan ini tidak memiliki kaitan dengan perubahan sikap politik luar negeri Indonesia terhadap Israel.

Lebih lanjut, Indonesia juga memperoleh posisi strategis dalam struktur komando ISF, termasuk penunjukan perwakilan pada jajaran pimpinan operasional. Pemerintah memandang kepercayaan tersebut sebagai pengakuan atas profesionalisme dan pengalaman panjang Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian internasional.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Resmikan Nakhoda Baru: Partai Ummat Perkuat Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

27 September 2026 - 20:49 WIB

Dasco: Buruh dan Pengusaha Masih Berbeda Pandangan, DPR Kejar RUU Ketenagakerjaan hingga Oktober

27 September 2026 - 02:25 WIB

Aneu Nursifah Hadir di Forum Nasional, Sampaikan Pengalaman dan Wejangan Kepemiluan kepada Pelajar

26 September 2026 - 18:23 WIB

Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan

25 September 2026 - 21:27 WIB

APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar

25 September 2026 - 18:08 WIB

Trending di Anambas