Menu ✖

Mode Gelap
Minggu Besok, Pemko Tanjungpinang Gelar Operasi Pasar Murah, Ayam Dijual Rp35 Ribu Terima Sertifikat Apresiasi HUT ke-5 AMSI Kepri, Lis Darmansyah Ajak Media Siber Bersinergi Bangun Tanjungpinang Mosi Tidak Percaya Pada Majelis, Hotmartua Cabut Sengketa Informasi Melawan Dispora Tangsel Aneu Nursifah Hadir di Forum Nasional, Sampaikan Pengalaman dan Wejangan Kepemiluan kepada Pelajar Gebyar Shalawat, Weni Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi dan Cintai Rasulullah SAW Premier Law Firm Hadir di Batam, Amsakar Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum Masyarakat

Batam

Akselerasi PSN: Dukungan Mengalir untuk Pengembalian Pengelolaan Lahan Rempang Galang ke BP Batam

badge-check


					Akselerasi PSN: Dukungan Mengalir untuk Pengembalian Pengelolaan Lahan Rempang Galang ke BP Batam Perbesar

LantakNews.Com. Batam-Upaya percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kawasan Rempang Galang memasuki babak baru yang krusial. Berbagai elemen masyarakat, pelaku usaha, dan pengamat kebijakan publik menyatakan dukungan penuh atas pengembalian mandat pengelolaan lahan secara menyeluruh kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Langkah ini dinilai sebagai solusi administratif dan legalitas paling efektif untuk memberikan kepastian hukum bagi investor, sekaligus menjamin hak-hak masyarakat lokal dalam skema pengembangan kawasan yang berkelanjutan.

Mengapa Pengelolaan BP Batam Menjadi Kunci?
Pengembalian kendali lahan kepada BP Batam bukan sekadar perpindahan administrasi, melainkan langkah strategis untuk menghilangkan tumpang tindih kewenangan yang selama ini menghambat realisasi investasi di lapangan. Berikut adalah poin-poin utama urgensi langkah ini:

Satu Pintu Investasi: Mengintegrasikan seluruh proses perizinan dan pemanfaatan lahan di bawah kendali BP Batam guna memangkas birokrasi.

Kepastian Legalitas: Memastikan status lahan Clean and Clear bagi para mitra strategis yang akan membangun ekosistem industri hijau di Rempang.
Perlindungan Masyarakat: BP Batam memiliki rekam jejak dalam pengelolaan infrastruktur yang memungkinkan relokasi dan pemberian kompensasi dilakukan secara terstruktur dan transparan.

“Kami melihat pengembalian pengelolaan ini sebagai sinyal positif bagi iklim investasi. Kepastian hukum atas lahan adalah variabel nomor satu yang dicari oleh investor global sebelum menanamkan modalnya di Kota Batam,” ujar Supriyadi Ketua Rampai Nusantara, dalam pernyataan resminya hari ini.

Sementara itu, dari sisi pembangunan wilayah, integrasi lahan Rempang-Galang ke dalam peta jalan besar BP Batam diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir melalui program pemberdayaan yang telah disiapkan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, Amsakar Dorong Metode Mengajar Lebih Kreatif

26 September 2026 - 15:02 WIB

BP Batam dan PLN Siapkan Strategi Energi Hadapi Lonjakan Investasi Data Center

26 September 2026 - 12:26 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 13:52 WIB

Jaga Air Waduk untuk Masyarakat, Batam Siapkan Solusi Kebutuhan Air Data Center lewat SWRO

25 September 2026 - 13:07 WIB

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

25 September 2026 - 10:01 WIB

Trending di Batam