Menu

Mode Gelap
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Permudah Administrasi Kapal Nelayan di Hinterland PD PII Kabupaten Langkat Bentuk Kepengurusan Periode 2026–2027, Haikal Juanda Terpilih sebagai Ketua Umum. Hadiri Musda MUI Kepri, Gubernur Ansar: Momentum Evaluasi dan Regenerasi Debat Panjang Di Sidang Sengketa Informasi: 1 Lawan 3, Majelis Komisioner Komisi Informasi Banten Dilaporkan Etik Tetapi Menolak Mengundurkan Diri KAHMI dan HMI Tebo Hadirkan Ahmad Doli Kurnia Tandjung dalam Dialog Kebangsaan Milad KAHMI ke-60 Pantau Ketat Kondisi Waduk Nongsa, BP Batam Siapkan Langkah Antisipatif

Batam

Festival Mancing Ngarong Resmi Dibuka, Ketum LAM Batam Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

badge-check


					Festival Mancing Ngarong Resmi Dibuka, Ketum LAM Batam Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal Perbesar

Faktabatamnews.com. Batam-Tradisi khas masyarakat pesisir Kampung Tua Teluk Mata Ikan kembali semarak melalui Festival Mancing Ngarong VI yang digelar di Pantai Camar, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Minggu (12/7/2026). Tahun ini, festival dipadukan dengan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Perempat Final Piala Dunia 2026 pertandingan Argentina melawan Swiss, bazar UMKM, hiburan musik, serta berbagai doorprize menarik.

Kegiatan diawali dengan nonton bareng pertandingan Argentina versus Swiss yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB. Suasana penuh kebersamaan kemudian berlanjut dengan rangkaian Festival Mancing Ngarong yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Pembukaan festival ditandai dengan mancing ngarong secara simbolis oleh Walikota Batam yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam, YM. H. Raja Muhammad Amin, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Batam, di antaranya Ketua DPRD Kota Batam H. Muhammad Kamaludin, dan lain lain

Dalam sambutannya, YM. H. Raja Muhammad Amin mengatakan Festival Mancing Ngarong bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan warisan budaya masyarakat pesisir Melayu yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Mancing ngarong adalah tradisi yang lahir dari kearifan masyarakat pesisir dalam memanfaatkan alam secara bijaksana. Tradisi seperti ini merupakan identitas budaya Melayu Batam yang harus terus dipelihara agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi juga bangga untuk melestarikannya,” ujar Raja Muhammad Amin.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan berbagai elemen lainnya menjadi kunci agar tradisi lokal tetap hidup sekaligus mampu menjadi daya tarik wisata.

“Jika budaya terus dirawat dan dikemas dengan baik, maka manfaatnya bukan hanya untuk pelestarian adat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengapresiasi penyelenggaraan Festival Mancing Ngarong yang terus berkembang setiap tahunnya dan tahun ini kepersertaan mencapai ratusan peserta.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat dipadukan dengan berbagai atraksi sehingga menghadirkan pengalaman wisata yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Festival Mancing Ngarong merupakan salah satu atraksi wisata bahari berbasis budaya yang menjadi kebanggaan Kota Batam. Keunikan tradisi masyarakat pesisir ini memiliki daya tarik tersendiri, terlebih ketika dipadukan dengan bazar UMKM, hiburan rakyat, dan nonton bareng Piala Dunia sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung,” kata Ardiwinata.

Ia berharap Festival Mancing Ngarong terus berkembang menjadi agenda wisata unggulan Kota Batam.

“Kami akan terus mendorong agar event-event berbasis budaya seperti ini semakin berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga menjadi media promosi wisata bahari Batam sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi pelaku UMKM di kawasan Teluk Mata Ikan,” ujarnya.

Festival Mancing Ngarong VI kembali memperlihatkan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, Lembaga Adat Melayu, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata. Ratusan peserta dan pengunjung tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir Nongsa, menjadikan festival ini sebagai salah satu agenda yang dinantikan setiap tahunnya. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Permudah Administrasi Kapal Nelayan di Hinterland

22 September 2026 - 16:18 WIB

Pantau Ketat Kondisi Waduk Nongsa, BP Batam Siapkan Langkah Antisipatif

22 September 2026 - 10:43 WIB

Erlita Tindaklanjuti Arahan Pusat, Tata Kelola PKK hingga Posyandu dan Dekranasda Diperkuat

21 September 2026 - 21:49 WIB

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Bupati Tanah Datar Kunjungi Batam, Wali Kota Amsakar Bahas Investasi hingga Pariwisata

21 September 2026 - 16:25 WIB

Trending di Batam