oleh

Hary Rangga Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal di Tengah Meningkatnya Investasi Batam

-Batam-31 Dilihat

Faktabatamnews.com. Batam – Ketua Komisariat PMII UNRIKA, Hary Rangga, menyoroti isu penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di tengah meningkatnya investasi yang masuk ke Kota Batam. Menurutnya, pertumbuhan investasi yang terus berkembang harus sejalan dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Hary menyampaikan bahwa Batam merupakan salah satu daerah strategis yang menjadi tujuan investasi nasional maupun internasional. Berbagai sektor industri terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya dapat diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk, melainkan juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

banner 400x130

“Batam membutuhkan investasi untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Namun yang juga harus menjadi perhatian adalah bagaimana investasi tersebut mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal,” ujar Hary Rangga.

Menurutnya, keberadaan tenaga kerja asing bukanlah sesuatu yang harus ditolak secara mutlak. Dalam sektor tertentu, tenaga kerja asing memang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan industri yang memerlukan keahlian khusus. Akan tetapi, keberadaan mereka harus tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku dan tidak mengurangi kesempatan tenaga kerja lokal untuk memperoleh pekerjaan yang layak.

Ia menilai bahwa investasi yang masuk ke Batam harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah, BP Batam, dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Batam perlu memastikan bahwa pertumbuhan investasi juga diikuti dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.

Selain itu, Hary juga mendorong adanya transparansi mengenai data ketenagakerjaan serta penguatan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Menurutnya, tenaga kerja lokal harus dipersiapkan agar mampu bersaing dan mengisi berbagai posisi strategis di dunia industri.

“Kehadiran tenaga kerja asing seharusnya juga menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan kepada tenaga kerja Indonesia. Dengan demikian, masyarakat lokal dapat meningkatkan kemampuan dan memiliki daya saing yang lebih baik di tengah perkembangan industri yang semakin pesat,” katanya.

Hary menambahkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan tenaga kerja asing harus dilakukan secara optimal guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan pengawasan yang baik, keberadaan tenaga kerja asing dapat memberikan manfaat bagi perkembangan industri sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sebagai organisasi mahasiswa, PMII UNRIKA berharap pembangunan dan investasi yang terus berkembang di Batam mampu memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat serta menciptakan kesempatan kerja yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal.

“Jangan sampai masyarakat Batam hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan di daerahnya sendiri. Investasi harus menjadi jalan menuju kesejahteraan rakyat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” tutup Hary Rangga. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *