Menu ✖

Mode Gelap
Pimpinan Daerah PRIMA DMI Kota Jambi Resmi Dilantik. Izzu Gaungkan Modernisasi Spirit Muslim-Konstruktif di Era Post Truth Dinkes dan YKI Kepri Laksanakan Program Sejuta Vaksin KORPRI untuk ASN dan Keluarga PW PRIMA DMI Provinsi Jambi Dilantik, Ardiansah, M.IP sebagai Ketua Umum Masa Khidmat 2026-2030 Wagub Kepri Sambut Praktisi Medis Internasional, Kesempatan Bangun Jejaring dari Berbagai Negara UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Konektivitas Pelayaran Tertinggi di Dunia Kejar Target Realisasi Investasi, DPMPTSP Intensifkan Pemantauan LKPM Pelaku Usaha Menengah dan Besar

Kepri

Mentrans Serahkan 16 Kapal Nelayan di Rempang, Dorong Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif

badge-check


					Mentrans Serahkan 16 Kapal Nelayan di Rempang, Dorong Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif Perbesar

FaktaBatamNews.om, Sebanyak 16 kapal nelayan diserahkan kepada masyarakat Rempang, Kota Batam, sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal di kawasan kepulauan dan perbatasan. Bantuan tersebut merupakan program Kementerian Transmigrasi dalam mendukung kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan melalui sinergi lintas sektor bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau, di sela perayaan Imlek di Batam, Senin (16/2/2026) malam.

Menurutnya, situasi yang semakin kondusif menjadi modal penting dalam membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Stabilitas sosial dinilai mampu memberikan rasa aman bagi investor sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan suasana yang damai, kita bisa menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun bersama,” kata Iftitah.

Namun demikian, pemerintah tidak hanya berfokus pada investasi berskala besar. Penguatan ekonomi masyarakat lokal, khususnya nelayan di kawasan pesisir Rempang, juga menjadi prioritas utama.

“Pada prinsipnya sekarang ini kami laporkan juga ada 16 kapal nelayan di Rempang yang sudah kami berikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan transmigrasi saat ini telah bertransformasi. Program tidak lagi sekadar memindahkan masyarakat ke lokasi baru, melainkan memastikan tersedianya sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Harapannya mereka tidak hanya sekadar pindah ke tempat yang baru, tapi juga ada pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Konsep transmigrasi modern yang diusung pemerintah menitikberatkan pada pembangunan ekosistem ekonomi lokal. Melalui dukungan sarana produksi seperti kapal nelayan, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi kelautan secara optimal, meningkatkan produktivitas tangkap, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Di akhir pernyataannya, Iftitah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk media, yang turut mengawal pembangunan di Kepulauan Riau dan Batam.
“Terima kasih ya, terima kasih atas dukungannya,” tutupnya.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Batam dan Kepulauan Riau diharapkan terus berkembang sebagai kawasan strategis nasional yang aman, produktif, dan inklusif, sekaligus menjadi model pembangunan wilayah kepulauan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dinkes dan YKI Kepri Laksanakan Program Sejuta Vaksin KORPRI untuk ASN dan Keluarga

30 September 2026 - 01:08 WIB

Wagub Kepri Sambut Praktisi Medis Internasional, Kesempatan Bangun Jejaring dari Berbagai Negara

30 September 2026 - 00:05 WIB

UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Konektivitas Pelayaran Tertinggi di Dunia

29 September 2026 - 21:54 WIB

Penanganan Kemiskinan Berkinerja Positif, Pemko Batam Terus Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

29 September 2026 - 18:40 WIB

Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam

29 September 2026 - 02:51 WIB

Trending di Batam