Faktabatamnews.com. Tanjungpinang-KH Imran Effendy Hasibuan terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (MUI Kepri) dalam Musyawarah Daerah (Musda) V MUI Kepri yang digelar di CK Hotel Tanjungpinang, Senin (21/9/2026). Musda mengusung tema “Perkhidmatan Ulama-Umara yang Berkelanjutan, Memperkuat Moderasi Beragama, dan Harmoni Umat Menuju Kepulauan Riau yang Berkah dan Bermartabat”.
Pada awal persidangan, terdapat dua nama yang masuk dalam bursa calon ketua, salah satunya Dr. KH Bambang Maryono, MA yang merupakan ketua petahana. Namun, Bambang kemudian menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan.
Dengan demikian, proses pemilihan mengerucut pada satu nama dan KH Imran Effendy Hasibuan akhirnya disepakati secara aklamasi untuk memimpin MUI Kepri.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad membuka secara resmi Musda V MUI Kepri. Dalam kesempatan tersebut, Ansar berharap Musda tidak hanya menjadi forum pergantian atau pemilihan kepengurusan baru.
Menurutnya, Musda juga harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap perjalanan organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan peran MUI dalam pembinaan umat di Kepulauan Riau.
“Jadi jangan kita berpikir Musda hanya bagaimana memilih ketua umum dan sekretaris. Sesungguhnya Musda juga menjadi ruang untuk evaluasi dan refleksi terhadap kerja dan kinerja organisasi,” ujar Ansar.
Ia menilai, posisi MUI cukup strategis dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Karena itu, evaluasi terhadap program dan kinerja organisasi diperlukan agar peran MUI tetap relevan dengan kondisi masyarakat.
Menurutnya, peran ulama tidak hanya berkaitan dengan pembinaan umat, tetapi juga mencakup penguatan nilai-nilai keislaman, pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong perbaikan kehidupan umat.
“Majelis Ulama Indonesia adalah organisasi yang selama ini dihormati. Karena itu, Majelis Ulama memiliki tugas dan fungsi yang mulia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ansar juga menekankan pentingnya sinergi antara MUI, pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kabupaten/kota, organisasi keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga kerukunan dan memperkuat kehidupan sosial keagamaan di Kepulauan Riau yang memiliki karakter wilayah kepulauan dan perbatasan.
Ansar mengatakan, selama enam tahun terakhir Pemerintah Provinsi Kepri secara konsisten menempatkan 50 ustaz muda di sejumlah pulau kecil dan wilayah perbatasan.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat moderasi dan toleransi beragama sekaligus memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat yang menghadapi tantangan geografis maupun sosial.
“Untuk apa? Untuk menjaga moderasi dan toleransi beragama yang baik dan benar, kemudian membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat,” katanya.
Ansar menilai penguatan kehidupan spiritual masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun keluarga.
Menurutnya, keberadaan tokoh agama dan para ustaz di tengah masyarakat dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memberikan pendampingan dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Perlu ada benteng-benteng spiritual yang andal. Ini harus kita jadikan benteng yang baik,” ujarnya.
Selain penempatan ustaz muda, Pemerintah Provinsi Kepri juga memberikan dukungan kepada berbagai unsur masyarakat yang berkontribusi dalam pembinaan umat.
Ansar menyebut jumlah penerima dukungan tersebut mencapai lebih dari 13 ribu orang, termasuk guru TPG, imam masjid, serta berbagai komponen masyarakat lainnya.
Pemprov Kepri lanjutnya, juga memberikan bantuan kepada rumah-rumah ibadah di wilayah Kepulauan Riau.
Pada tahun ini lanjutnya, sebanyak 237 rumah ibadah mendapatkan bantuan secara bertahap. Perhatian juga diberikan kepada rumah ibadah yang berada di pulau-pulau terluar dan wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Menurut Ansar, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan memberikan perhatian terhadap masyarakat di berbagai wilayah Kepri.
Musda V MUI Kepri turut dihadiri Sekretaris Jenderal MUI Pusat Amirsyah Tambunan, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Yusnar Yusuf, Wakil Ketua III DPRD Kepri Bakhtiar, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, jajaran Forkopimda, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zoztafia, Kepala Kanwil Haji dan Umrah Kepri Muhammad Syafi’i, Ketua MUI Kepri Bambang Maryono, para kepala OPD Provinsi Kepri, pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, serta Ketua MUI kabupaten/kota se-Kepri. (Red)










