FaktaBatamNews.com, Anambas-Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menuai apresiasi luas dari masyarakat. Sejumlah kebijakan yang dijanjikan saat masa kampanye mulai direalisasikan secara bertahap dengan langkah yang dinilai efektif, efisien, dan tepat sasaran, Minggu (14/02/2026).
Komitmen tersebut dinilai bukan sekadar retorika politik. Berbagai program prioritas mulai berjalan, termasuk penyelesaian persoalan tenaga kerja daerah yang sebelumnya menjadi kekhawatiran besar di kalangan Pegawai Tidak Tetap (PTT).
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ustad Muhammad Qosim, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai apa yang disampaikan Aneng saat kampanye benar-benar dijalankan dalam masa kepemimpinannya.
“Ini patut kita syukuri. Pak Aneng telah banyak berbuat. Apa yang diucapkan saat kampanye, dijalankan dengan nyata,” ujar Qosim.
Sementara itu, Kepala Dinas PKPSDM Kabupaten Kepulauan Anambas, Usmas, membenarkan bahwa pemberhentian PTT sebelumnya telah dilakukan sesuai mekanisme administrasi yang berlaku. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Tahun 2024 Nomor 853 tentang pemberhentian PTT se-Kabupaten Kepulauan Anambas, yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Namun, melalui koordinasi intensif dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), pemerintah daerah memperjuangkan kejelasan status para tenaga kerja tersebut. Hasilnya, sebanyak 1.779 orang dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I, disusul 1.159 orang pada Tahap II.
Langkah lanjutan juga dilakukan dengan mengakomodasi kembali PTT menjadi PKKK. Secara keseluruhan, sekitar 2.948 orang kini kembali bekerja, meski sebagian belum dapat terakomodir karena faktor usia.
Bagi masyarakat Anambas, kebijakan ini bukan sekadar angka, melainkan harapan yang kembali menyala bagi ribuan keluarga. Kepemimpinan Aneng pada tahun pertama dinilai menunjukkan arah yang jelas: membangun koordinasi, memperkuat komunikasi, dan menepati janji.
Tak hanya fokus pada persoalan kepegawaian, Aneng juga menunjukkan perhatian pada sektor pendidikan. Pemerintah daerah menyalurkan bantuan perlengkapan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Bahkan, sebagai bentuk komitmen pribadi terhadap kemajuan pendidikan, Aneng menyatakan kesiapan menggunakan dana pribadi untuk mendukung pembangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs), termasuk menyumbangkan gajinya untuk membantu MTs Al Ma’arif di Jemaja.
Di tengah tantangan birokrasi dan keterbatasan anggaran daerah, langkah-langkah tersebut dipandang sebagai bukti bahwa kepemimpinan bukan semata tentang jabatan, melainkan keberanian dan ketulusan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.















Komentar