Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Dua kelurahan di Kota Tanjungpinang, yakni Sei Jang dan Bukit Cermin, mengikuti penilaian Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama tingkat nasional yang dilaksanakan Tim Verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI secara daring, Senin (28/9/2026).
Keduanya merupakan calon ProKlim Utama yang lolos tahapan verifikasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau. Sebelumnya, terdapat tiga calon lokasi yang diajukan Kota Tanjungpinang, yaitu Kelurahan Sei Jang, Bukit Cermin, dan Tanjung Unggat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengatakan penilaian ProKlim menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
“Kami berharap kegiatan ProKlim yang sudah berjalan dapat menjadi contoh bagi RT dan RW lainnya. Ini kegiatan yang sangat positif karena masyarakat ikut berperan langsung dalam menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim,” ujar Ahmad Yani.

Menurutnya, kegiatan ProKlim tidak hanya memberikan manfaat terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang penambahan penghasilan bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif berbasis lingkungan.
“Kegiatan ProKlim ini jangan hanya dilihat dari sisi menjaga lingkungan saja. Kalau dikelola dengan baik, berbagai kegiatan seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan pekarangan, penghijauan dan kegiatan produktif lainnya juga bisa memberikan nilai ekonomi sehingga masyarakat berpeluang mendapatkan penambahan penghasilan,” jelasnya.
Ahmad Yani mengajak masyarakat, khususnya RT dan RW, untuk terus mengembangkan kegiatan ProKlim secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari capaian penghargaan, tetapi dari konsistensi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi yang ada.
“Yang paling penting adalah keberlanjutannya. Kita ingin kegiatan yang sudah dilakukan terus dipertahankan dan dikembangkan. Lingkungan terjaga, masyarakat lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, dan di sisi lain kegiatan tersebut juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Hingga 2026, Kota Tanjungpinang telah memiliki 41 lokasi ProKlim, terdiri atas 1 ProKlim Lestari, 8 ProKlim Utama, 24 ProKlim Madya, dan 8 ProKlim Pratama. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Tanjungpinang bersama masyarakat memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis lingkungan di tingkat kelurahan dan komunitas. (Red)












