Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang-Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah berharap kemitraan antara REI dan pemerintah daerah dapat membuka lebih banyak peluang investasi di Tanjungpinang. Kerja sama tersebut tidak hanya menyangkut pembangunan perumahan, tetapi juga pengembangan kawasan usaha dan sektor ekonomi lainnya.
Dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD REI Kepulauan Riau di Aston Hotel Tanjungpinang, Rabu (4/11/2026), Lis mengajak para pengembang ikut mengambil bagian dalam pembangunan kota. Menurut dia, pengembangan kawasan komersial, infrastruktur pendukung, industri konstruksi, hingga UMKM juga memiliki peluang untuk tumbuh melalui kerja sama tersebut.
“Pada akhirnya pembangunan yang kita laksanakan bukan semata-mata untuk membangun gedung, rumahan, atau kawasan bisnis. Tetapi lebih daripada itu sedang membangun masa depan kota dalam kehidupan generasi yang akan datang,” ujar Lis.
Ia berharap pembangunan di Tanjungpinang tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, tetapi juga memperhatikan pertumbuhan ekonomi, kualitas investasi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Budaya Melayu, lanjutnya, juga harus tetap dijaga sebagai identitas daerah.
Pemko saat ini tengah mendata lahan HGB yang masa berlakunya telah berakhir dan belum dimanfaatkan. Pendataan dilakukan bersama pihak terkait, termasuk Kejaksaan, untuk mengetahui lahan yang masih berpeluang ditawarkan kepada investor.
“Yang kita harapkan bahwa lahan HGB yang sudah habis dan tidak diberdayakan itu dapat kami tawarkan kembali kepada para investor yang ingin berkenan untuk mengembangkan di Kota Tanjungpinang,” tambah Lis.
Pemanfaatan kembali lahan tersebut, menurut Lis, dapat membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan usaha di Tanjungpinang, terutama di sektor industri.
Sekretaris Jenderal DPP REI Raymond Ardan Arfandy menjelaskan, tantangan penyaluran rumah subsidi di Indonesia bukan terletak pada kemampuan pengembang membangun rumah. Pengembang memiliki kapasitas untuk menyediakan rumah dalam jumlah besar. Persoalannya adalah daya serap masyarakat terhadap rumah yang dibangun.
“Kita selalu support pemerintah karena kita mitra terbaik, khususnya perumahan MBR,” ucap Raymond.
Pemerintah telah menyiapkan kuota 350 ribu unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dari kuota tersebut, realisasi penyaluran tercatat sekitar 190 ribu unit atau 55 persen.
Menurut Raymond, penyerapan rumah subsidi juga berkaitan dengan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. Alokasi anggaran pemerintah pusat ke daerah turut berpengaruh terhadap perputaran ekonomi dan kemampuan masyarakat membeli rumah.
Sementara itu, Ketua DPD REI Kepri Deni Afrianto menyebut anggota REI Kepri telah membangun hampir 5.000 unit rumah subsidi di Tanjungpinang sepanjang 2026. Jumlah tersebut ditargetkan mencapai sekitar 8.000 unit hingga akhir tahun.
“Kami tak hanya membangun perumahan, tetapi juga menjalankan program penghijauan melalui gerakan satu rumah satu pohon. Program ini dilakukan untuk menjaga lingkungan permukiman tetap hijau dan nyaman,” jelasnya.























